Pencurian Identitas Menjarah Dana Dompet Bitcoin El Salvador

Menurut laporan media di El Salvador, beberapa masyarakat menggunakan “pencurian identitas” sebagai upaya untuk mendapatkan bitcoin (BTC) senilai $30 melalui dompet aplikasi Chivo milik pemerintah.

Pasca peluncuran Chivo pada bulan September, pemerintah telah berusaha memberikan insentif pengunduhan dengan menawarkan dana kepada masyarakat. Akan tetapi, beberapa oknum individu diduga telah mencuri identitas orang lain untuk mendaftar pada aplikasi tersebut dengan menggunakan nama orang lain. Hal tersebut bertujuan agar mereka dapat memperoleh BTC dalam jumlah yang lebih besar.

Baca juga Powercrypto Holdings akan Luncurkan Perusahaan Tambang BTC & ETH di Hong Kong

Berdasarkan situs web surat kabar El Diario de Hoy, dilaporkan bawa sejumlah besar dari mereka yang dicuri identitasnya mengaku kaget ketika namanya telah terdaftar di dalam aplikasi Chivo tanpa sepengetahuan mereka.

- Advertisement -

Dengan keras, outlet media menentang aturan Presiden El Saalvador, Nayib Bukele dan Partai Ide Nuevas-nya yang memilih diam terkait kekhawatian tersebut.

Media tersebut juga mengakui bahwa hingga saat ini, tidak diketahui jumlah pasti orang yang tercuri identitasnya dan banyaknya pencurian yang telah merugikan pemerintah. Mengingat kerugian tersebut kemudian dibayarkan oleh pemerintah dengan menggunakan dana publik.

Menanggapi kasus tersebut, Tatiana Marroquin seorang ekonom yang berbasis di El Salvador turut memberikan kritikan keras. Ia mengatakan melalui media sosial twitter bahwa “karena banyaknya keluhan terkait pencurian identitas” “tanpa ijin saya” “saya belum mengunduh aplikasi di ponsel saya, juga belum mendaftarkan dokumen ID saya dengan cara apapun, tapi sepertinya akun saya sudah aktif”.

Ia kemudian menambahkan “bagaimana saya bisa memiliki kepastian bahwa dana di dompet itu aman jika ada yang bisa mencuri data saya? Bagaimana kita melindungi diri kita dari konsekuensi orang lain menggunakan dokumen ID kita untuk menangani uang dan bahkan menerima dana pemerintah?”

Sementara itu, salah satu pendiri Ethereum (ETH) Vitalik Buterin mengecam maksimalis Bitcoin yang seharusnya merasa malu karena mamuji tanpa kritik Bukele.

Sebagai tanggapan, salah satu pendiri Ethereum menulis postingan yang mempertanyakan dukungan komunitas kripto untuk Bukele dan mencatat beberapa aspek yang lebih kontroversial dari aturan pemimpin Salvador.

Sumber:

https://cryptonews.com/news/identity-theft-criminals-plundering-el-salvador-bitcoin-wallet-funds.htm

Menurut laporan media di El Salvador, beberapa masyarakat menggunakan “pencurian identitas” sebagai upaya untuk mendapatkan bitcoin (BTC) senilai $30 melalui dompet aplikasi Chivo milik pemerintah.

Pasca peluncuran Chivo pada bulan September, pemerintah telah berusaha memberikan insentif pengunduhan dengan menawarkan dana kepada masyarakat. Akan tetapi, beberapa oknum individu diduga telah mencuri identitas orang lain untuk mendaftar pada aplikasi tersebut dengan menggunakan nama orang lain. Hal tersebut bertujuan agar mereka dapat memperoleh BTC dalam jumlah yang lebih besar.

Baca juga Powercrypto Holdings akan Luncurkan Perusahaan Tambang BTC & ETH di Hong Kong

Berdasarkan situs web surat kabar El Diario de Hoy, dilaporkan bawa sejumlah besar dari mereka yang dicuri identitasnya mengaku kaget ketika namanya telah terdaftar di dalam aplikasi Chivo tanpa sepengetahuan mereka.

Dengan keras, outlet media menentang aturan Presiden El Saalvador, Nayib Bukele dan Partai Ide Nuevas-nya yang memilih diam terkait kekhawatian tersebut.

Media tersebut juga mengakui bahwa hingga saat ini, tidak diketahui jumlah pasti orang yang tercuri identitasnya dan banyaknya pencurian yang telah merugikan pemerintah. Mengingat kerugian tersebut kemudian dibayarkan oleh pemerintah dengan menggunakan dana publik.

Menanggapi kasus tersebut, Tatiana Marroquin seorang ekonom yang berbasis di El Salvador turut memberikan kritikan keras. Ia mengatakan melalui media sosial twitter bahwa “karena banyaknya keluhan terkait pencurian identitas” “tanpa ijin saya” “saya belum mengunduh aplikasi di ponsel saya, juga belum mendaftarkan dokumen ID saya dengan cara apapun, tapi sepertinya akun saya sudah aktif”.

Ia kemudian menambahkan “bagaimana saya bisa memiliki kepastian bahwa dana di dompet itu aman jika ada yang bisa mencuri data saya? Bagaimana kita melindungi diri kita dari konsekuensi orang lain menggunakan dokumen ID kita untuk menangani uang dan bahkan menerima dana pemerintah?”

Sementara itu, salah satu pendiri Ethereum (ETH) Vitalik Buterin mengecam maksimalis Bitcoin yang seharusnya merasa malu karena mamuji tanpa kritik Bukele.

Sebagai tanggapan, salah satu pendiri Ethereum menulis postingan yang mempertanyakan dukungan komunitas kripto untuk Bukele dan mencatat beberapa aspek yang lebih kontroversial dari aturan pemimpin Salvador.

Sumber:

https://cryptonews.com/news/identity-theft-criminals-plundering-el-salvador-bitcoin-wallet-funds.htm

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here