Penutupan Mingguan ATH Bitcoin Meningkatkan Sentimen Bullish Menjelang 2022

Penutupan mingguan pergerakan harga Bitcoin (BTC) senilai lebih dari USD 65.000 pada minggu lalu, sebuah level tertinggi yang pernah ada dalam cryptocurrency. Tonggak baru ini meningkatkan sentimen di antara pemegang Bitcoin terkait optimisme bahwa prediksi bullish untuk sisa tahun 2021 akan menjadi kenyataan.

Pada hari Senin 15 November, Bitcoin diperdagangkan pada harga USD 66.026 dengan kenaikan sebesar 2.1% pada hari itu dan 4.5% selama tujuh hari terakhir. Harga tersebut juga mengalami kenaikan sejak rekor penutupan mingguan tertinggi pada harga USD 65.600 di hari Minggu, 14 November. Meskipun begitu, harga tersebut masih tetap di bawah level all-time-high (ATH) minggu lalu dengan harga USD 69.000.

Baca juga Taproot ‘Upgrade for the Ages’ Bitcoin Telah Hadir dan Dapat di Akses

Harga penutupan mingguan yang tinggi pada minggu ini membuat beberapa orang berkomentar bahwa mereka saat ini melihat adanya kemungkinan momen bullish dengan target 98K pada Bitcoin. selain menjadi penutupan ATH mingguan, seorang analis TechDec menunjukkan bahwa level harga saat ini juga merupakan level Fibonacci yang penting.

- Advertisement -

Sementara itu, dalam berita lain yang berkaitan dengan Bitcoin, layanan keuangan VanEck akan meluncurkan dana yaang akan diperdagangkan di bursa Futures Bitcoin baru atau ETF di Amerika Serikat. Menurut laporan dari bursa Cboe yang berbasis di Chicago, ETF akan terdaftar di Cboe pada hari Selasa 16 November di bawah ticker XBTF.

Menurut analis senior ETF Bloomberg, Eric Balchunas, XBTF akan serupa dengan BITO dan BTF ETF berjangka Bitcoin yang ada, meskipun biaya manajemennya akan sedikit lebih murah sebesar 0.65% dibandingkan dengan 0.95% untuk BITO dan BTF.

Daftar ETF baru muncul setelah proposal perusahaan untuk ETF Bitcoin berbasis spot ditolak oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) pada Jumat 12 November. SEC memberikan sinyal bahwa mereka hanya akan mengizinkan peluncuran ETF Bitcoin yang didukung oleh futures contract.

Namun, ETF yang didukung dengan futures contract menerima kritik yang adil dari komunitas Bitcoin. Banyak pihak berpendapat bahwa cara tersebut kurang optimal untuk berinvestasi dalam Bitcoin. Hal ini karena masalah biaya, waktu perdagangan terbatas, dan fakta bahwa pemegang ETF Bitcoin tidak memiliki Bitcoin yang dapat digunakan untuk tujuan praktis.

Sumber:

https://cryptonews.com/news/all-time-high-weekly-close-for-bitcoin-boosts-sentiment-as-2022-nears.htm

Penutupan mingguan pergerakan harga Bitcoin (BTC) senilai lebih dari USD 65.000 pada minggu lalu, sebuah level tertinggi yang pernah ada dalam cryptocurrency. Tonggak baru ini meningkatkan sentimen di antara pemegang Bitcoin terkait optimisme bahwa prediksi bullish untuk sisa tahun 2021 akan menjadi kenyataan.

Pada hari Senin 15 November, Bitcoin diperdagangkan pada harga USD 66.026 dengan kenaikan sebesar 2.1% pada hari itu dan 4.5% selama tujuh hari terakhir. Harga tersebut juga mengalami kenaikan sejak rekor penutupan mingguan tertinggi pada harga USD 65.600 di hari Minggu, 14 November. Meskipun begitu, harga tersebut masih tetap di bawah level all-time-high (ATH) minggu lalu dengan harga USD 69.000.

Baca juga Taproot ‘Upgrade for the Ages’ Bitcoin Telah Hadir dan Dapat di Akses

Harga penutupan mingguan yang tinggi pada minggu ini membuat beberapa orang berkomentar bahwa mereka saat ini melihat adanya kemungkinan momen bullish dengan target 98K pada Bitcoin. selain menjadi penutupan ATH mingguan, seorang analis TechDec menunjukkan bahwa level harga saat ini juga merupakan level Fibonacci yang penting.

Sementara itu, dalam berita lain yang berkaitan dengan Bitcoin, layanan keuangan VanEck akan meluncurkan dana yaang akan diperdagangkan di bursa Futures Bitcoin baru atau ETF di Amerika Serikat. Menurut laporan dari bursa Cboe yang berbasis di Chicago, ETF akan terdaftar di Cboe pada hari Selasa 16 November di bawah ticker XBTF.

Menurut analis senior ETF Bloomberg, Eric Balchunas, XBTF akan serupa dengan BITO dan BTF ETF berjangka Bitcoin yang ada, meskipun biaya manajemennya akan sedikit lebih murah sebesar 0.65% dibandingkan dengan 0.95% untuk BITO dan BTF.

Daftar ETF baru muncul setelah proposal perusahaan untuk ETF Bitcoin berbasis spot ditolak oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) pada Jumat 12 November. SEC memberikan sinyal bahwa mereka hanya akan mengizinkan peluncuran ETF Bitcoin yang didukung oleh futures contract.

Namun, ETF yang didukung dengan futures contract menerima kritik yang adil dari komunitas Bitcoin. Banyak pihak berpendapat bahwa cara tersebut kurang optimal untuk berinvestasi dalam Bitcoin. Hal ini karena masalah biaya, waktu perdagangan terbatas, dan fakta bahwa pemegang ETF Bitcoin tidak memiliki Bitcoin yang dapat digunakan untuk tujuan praktis.

Sumber:

https://cryptonews.com/news/all-time-high-weekly-close-for-bitcoin-boosts-sentiment-as-2022-nears.htm

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here