Petarung UFC, Matheus Nicolau Menandatangani Kesepakatan Penerimaan Gaji dalam Bitcoin

Matheus Nicolau, seorang petarung kelas flyweight yang masuk dalam jajaran 10 besar UFC telah menandatangani kontrak kesepakatan pembayaran gaji dalam Bitcoin. Langkah yang diambil oleh Nicolau bertujuan untuk mengamankan masa depan finansialnya.

Meskipun saat ini Nicolau tinggal di Brasil, ia tetap menerima gaji dari Amerika Serikat. Penandatanganan kontrak yang dilakukan pada 21 Maret lalu membuatnya menjadi atlet UFC Amerika Latin pertama yang menerima gaji dalam Bitcoin. Terkait pilihan tersebut, beberapa pihak memberikan komentar kepada Nicolau. Hampir seluruhnya mendukung pilihan masa depannya.

Kesepakatan tersebut dilakukan melalui layanan payroll yang disebut Bitwage. Hingga saat ini, Bitwage telah membayar lebih dari $150 juta dalam Bitcoin kepada 150.000 pengguna dan 2.000 perusahaan. Pada konferensi Bitcoin 2022, CEO Bitwage, Jonathan Chester mengatakan, “kami adalah solusi ideal di pasar. Anda dapat memastikan pembayaran otomatis, sesuai, dan pekerjaan berada di jalan yang paling tepat.”

Baca juga Curve Umumkan Program Bitcoin Reward Tahun 2022

- Advertisement -

Ia juga menambahkan, “Anda tidak dapat trading di platform kami. Kami tidak memiliki wallet, jadi kami tidak dapat kehilangan uang Anda. Kami hanya menawarkan koin terbaik yang kami tahu akan bertahan lima tahun atau lebih, yaitu Bitcoin, Ethereum, dan Stablecoin.”

Nicolau mengatakan bahwa ia berinvestasi dalam Bitcoin setelah mengetahui tentang cryptocurrency utama ini beberapa tahun yang lalu. Ketika ia menerima pertanyaan terkait kekhawatirannya pada saat harga Bitcoin turun, ia beranggapan bahwa saat itu adalah momen yang tepat untuk memasukkan lebih banyak uang ke Bitcoin.

Lebih jauh, Nicolau menjelaskan bahwa menyetorkan cek gaji AS ke bank Brasil membutuhkan terlalu banyak waktu dan biaya. Proses tersebut secara otomatis akan memakan sebagian dari gaji yang dimilikinya. Oleh karena itu, ia mulai menghitung berapa banyak uang yang akan akan ia masukkan dalam cryptocurrency, bank AS, dan bank Brasil.

Nicolau juga mengutip studi tahun 2021 yang dilakukan oleh DeVere. Menurut studi tersebut, lebih dari sepertiga milenial dan setengah gen z bersedia menerimma lebih dari setengah gaji mereka dalam Bitcoin atau mata uang kripto lainnya.

Sumber: Foxbusiness

Matheus Nicolau, seorang petarung kelas flyweight yang masuk dalam jajaran 10 besar UFC telah menandatangani kontrak kesepakatan pembayaran gaji dalam Bitcoin. Langkah yang diambil oleh Nicolau bertujuan untuk mengamankan masa depan finansialnya.

Meskipun saat ini Nicolau tinggal di Brasil, ia tetap menerima gaji dari Amerika Serikat. Penandatanganan kontrak yang dilakukan pada 21 Maret lalu membuatnya menjadi atlet UFC Amerika Latin pertama yang menerima gaji dalam Bitcoin. Terkait pilihan tersebut, beberapa pihak memberikan komentar kepada Nicolau. Hampir seluruhnya mendukung pilihan masa depannya.

Kesepakatan tersebut dilakukan melalui layanan payroll yang disebut Bitwage. Hingga saat ini, Bitwage telah membayar lebih dari $150 juta dalam Bitcoin kepada 150.000 pengguna dan 2.000 perusahaan. Pada konferensi Bitcoin 2022, CEO Bitwage, Jonathan Chester mengatakan, “kami adalah solusi ideal di pasar. Anda dapat memastikan pembayaran otomatis, sesuai, dan pekerjaan berada di jalan yang paling tepat.”

Baca juga Curve Umumkan Program Bitcoin Reward Tahun 2022

Ia juga menambahkan, “Anda tidak dapat trading di platform kami. Kami tidak memiliki wallet, jadi kami tidak dapat kehilangan uang Anda. Kami hanya menawarkan koin terbaik yang kami tahu akan bertahan lima tahun atau lebih, yaitu Bitcoin, Ethereum, dan Stablecoin.”

Nicolau mengatakan bahwa ia berinvestasi dalam Bitcoin setelah mengetahui tentang cryptocurrency utama ini beberapa tahun yang lalu. Ketika ia menerima pertanyaan terkait kekhawatirannya pada saat harga Bitcoin turun, ia beranggapan bahwa saat itu adalah momen yang tepat untuk memasukkan lebih banyak uang ke Bitcoin.

Lebih jauh, Nicolau menjelaskan bahwa menyetorkan cek gaji AS ke bank Brasil membutuhkan terlalu banyak waktu dan biaya. Proses tersebut secara otomatis akan memakan sebagian dari gaji yang dimilikinya. Oleh karena itu, ia mulai menghitung berapa banyak uang yang akan akan ia masukkan dalam cryptocurrency, bank AS, dan bank Brasil.

Nicolau juga mengutip studi tahun 2021 yang dilakukan oleh DeVere. Menurut studi tersebut, lebih dari sepertiga milenial dan setengah gen z bersedia menerimma lebih dari setengah gaji mereka dalam Bitcoin atau mata uang kripto lainnya.

Sumber: Foxbusiness

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here