Platform Metaverse Karya Anak Bangsa Digunakan dalam Indonesian Blockchain Conference 2022

Indonesian Blockchain Conference 2022 Metaverse
Indonesian Blockchain Conference 2022 Metaverse

Indonesian Blockchain Conference 2022 Sukses Digelar dengan Menggunakan Platform Metaverse Karya Anak Bangsa. IBC 2022 menghadirkan para pakar di bidangnya baik dari dalam maupun luar negeri, lembaga pemerintahan, pemimpin industri, dan berbagai asosiasi pendukung sebanyak 1.227 peserta.

IBC 2022; Bagian dari Agenda Presidensi G20 Indonesia dan Kontribusi A-B-I Terhadap Edukasi serta Literasi Teknologi Blockchain di Indonesia

Indonesian Blockchain Conference (IBC) 2022 yang merupakan bagian dari agenda Presidensi G20 Indonesia dan disponsori oleh Reku, Gudang Kripto, Upbit, serta Indodax kembali sukses digelar oleh Asosiasi Blockchain Indonesia (A-B-I) pada Kamis (15/09).

IBC 2022 membahas 5 topik utama, antara lain: Blockchain and Business Sustainability, Boosting ASEAN’s Digital Economy with Blockchain, Adoption and Optimization of CBDC, Metaverse & Web 3.0, dan The Cusp of Crypto Innovation.

- Advertisement -

Baca juga: Trade Expo Indonesia 2022, Para Pegiat Blockchain Dan Kripto Ikut Ambil Bagian

Konferensi ini menghadirkan para pakar di bidangnya baik dari dalam maupun luar negeri, lembaga pemerintahan, pemimpin industri, dan berbagai asosiasi pendukung.

Indonesian Blockchain Conference 2022 Speakers
Indonesian Blockchain Conference 2022 Speakers

Pakar yang disebutkan antara lain: Kementerian Perdagangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Blockchain Australia, Blockchain Association Singapore (BAS), ACCESS Blockchain Association Malaysia, Digital Pilipinas, dan berbagai perusahaan blockchain global dengan total peserta sebanyak 1.227 orang. 

“IBC 2022 adalah bentuk kontribusi A-B-I terhadap edukasi dan literasi teknologi blockchain serta tempat showcase use-cases yang sudah berjalan di Indonesia, juga sebagai fasilitas bagi

masyarakat, pelaku usaha, pemerintah, dan akademisi untuk saling berkolaborasi dalam mengembangkan ekosistem blockchain yang lebih baik dan sehat lagi,” tutur Asih Karnengsih selaku Chairwoman A-B-I. 

Jivan Tulsani, Head of Marketing Tezos APAC mengatakan “IBC 2022 bisa menjadi langkah awal bagi pengguna non-blockchain dalam mengadopsi Web 3.0 namun, untuk pengguna blockchain, IBC 2022 menjadi pengalaman yang menyeluruh karena pembahasan mengenai inovasi seputar blockchain.”

Jivan juga menekankan bagaimana IBC 2022 dapat menjadi cara “yang bagus untuk berbagi pengetahuan. Dimana para leaders dari berbagai organisasi di dunia blockchain berkumpul, banyak ide juga yang muncul dan peserta-lah yang akan banyak mendapat insights, sangat baik bagi komunitas yang ingin dibangun Asosiasi Blockchain Indonesia.”

IBC 2022 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena ini merupakan kali pertama A-B-I bekerja sama dengan Reality Chain untuk menampilkan IBC 2022 secara live pada platform metaverse untuk memberikan pengalaman istimewa dan unik bagi para peserta. 

Reality Chain merupakan salah satu platform metaverse yang menawarkan bukan hanya ruang digital, mereka menawarkan kepemilikan tanah, bangunan, tiket, fashion, sampai avatar yang dapat menciptakan nilai tukar. 

Alasan IBC 2022 melakukan hal ini, disampaikan Asih sebagai “bentuk relevansi dari topik yang dibahas di salah satu panel yaitu, Metaverse dan Web 3.0, dimana peserta IBC 2022 dapat merasakan langsung pengalaman dalam dunia metaverse buatan anak bangsa yang sudah berbasis Web 3.0 dan sangat perlu diapresiasi.“

Pandu Sastrowardoyo, Founder dari Reality Chain sekaligus Supervisory Board A-B-I mengungkapkan “tren dan perkembangan metaverse saat ini sangat exciting karena sebenarnya metaverse ini sudah ada sejak sangat lama tetapi baru sekarang menjadi viral kembali.”

Selanjutnya Ia menambahkan “Khususnya masalah kepemilikan benda digital dan perkembangan metaverse yang diperkirakan akan terus melejit di masa yang akan datang sehingga Indonesia tidak boleh tertinggal dalam perkembangan metaverse ini.” 

Metaverse Pertama Buatan Anak Bangsa sejak awal 2021

IBC 2022 menjadi kesempatan yang baik bagi Pandu untuk “meng-highlight bahwa metaverse kami merupakan metaverse pertama buatan anak Indonesia yang sudah berdiri dari awal tahun 2021 dan kami juga merupakan satu-satunya yang memiliki dukungan teknologi kripto, blockchain, dan Web 3.0 yang juga menarik bukan hanya sebagai metaverse biasa namun juga sebagai metaverseas-a-service.

Penyelenggaraan acara IBC 2022 juga sejalan dengan program pemerintah dalam memberikan edukasi masyarakat mengenai teknologi terbaru khususnya dibidang blockchain. 

Menurut Edi Prio Pambudi selaku Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian “blockchain sebagai teknologi yang tergolong baru, diperlukan penggerak agar menjadi lebih tepat guna.”

Yos Adiguna Ginting sebagai Ketua Komite Tetap Perdagangan Internasional KADIN Indonesia turut memberikan pendapatnya mengenai acara IBC 2022. 

Menurut Yos “acara IBC 2022 menghadirkan panelis yang tidak hanya lengkap ruang lingkupnya, tapi juga merupakan individu yang sangat kompeten dalam ruang lingkup bidang mereka. Ditambah dengan pemilihan topik yang paling mutakhir dan yang paling menjadi perhatian komunitas blockchain. 

Yos juga berharap “untuk IBC 2023 agar dapat meningkatkan lagi kaliber para panelisnya serta melengkapi keterwakilan dari pihak Pemerintah, Akademisi dan Pelaku Usaha, sehingga jumlah partisipan dan manfaat yang didapat bisa lebih besar lagi.”

Indonesian Blockchain Conference 2022 Metaverse
Indonesian Blockchain Conference 2022 Metaverse

Indonesian Blockchain Conference 2022 Sukses Digelar dengan Menggunakan Platform Metaverse Karya Anak Bangsa. IBC 2022 menghadirkan para pakar di bidangnya baik dari dalam maupun luar negeri, lembaga pemerintahan, pemimpin industri, dan berbagai asosiasi pendukung sebanyak 1.227 peserta.

IBC 2022; Bagian dari Agenda Presidensi G20 Indonesia dan Kontribusi A-B-I Terhadap Edukasi serta Literasi Teknologi Blockchain di Indonesia

Indonesian Blockchain Conference (IBC) 2022 yang merupakan bagian dari agenda Presidensi G20 Indonesia dan disponsori oleh Reku, Gudang Kripto, Upbit, serta Indodax kembali sukses digelar oleh Asosiasi Blockchain Indonesia (A-B-I) pada Kamis (15/09).

IBC 2022 membahas 5 topik utama, antara lain: Blockchain and Business Sustainability, Boosting ASEAN’s Digital Economy with Blockchain, Adoption and Optimization of CBDC, Metaverse & Web 3.0, dan The Cusp of Crypto Innovation.

Baca juga: Trade Expo Indonesia 2022, Para Pegiat Blockchain Dan Kripto Ikut Ambil Bagian

Konferensi ini menghadirkan para pakar di bidangnya baik dari dalam maupun luar negeri, lembaga pemerintahan, pemimpin industri, dan berbagai asosiasi pendukung.

Indonesian Blockchain Conference 2022 Speakers
Indonesian Blockchain Conference 2022 Speakers

Pakar yang disebutkan antara lain: Kementerian Perdagangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Blockchain Australia, Blockchain Association Singapore (BAS), ACCESS Blockchain Association Malaysia, Digital Pilipinas, dan berbagai perusahaan blockchain global dengan total peserta sebanyak 1.227 orang. 

“IBC 2022 adalah bentuk kontribusi A-B-I terhadap edukasi dan literasi teknologi blockchain serta tempat showcase use-cases yang sudah berjalan di Indonesia, juga sebagai fasilitas bagi

masyarakat, pelaku usaha, pemerintah, dan akademisi untuk saling berkolaborasi dalam mengembangkan ekosistem blockchain yang lebih baik dan sehat lagi,” tutur Asih Karnengsih selaku Chairwoman A-B-I. 

Jivan Tulsani, Head of Marketing Tezos APAC mengatakan “IBC 2022 bisa menjadi langkah awal bagi pengguna non-blockchain dalam mengadopsi Web 3.0 namun, untuk pengguna blockchain, IBC 2022 menjadi pengalaman yang menyeluruh karena pembahasan mengenai inovasi seputar blockchain.”

Jivan juga menekankan bagaimana IBC 2022 dapat menjadi cara “yang bagus untuk berbagi pengetahuan. Dimana para leaders dari berbagai organisasi di dunia blockchain berkumpul, banyak ide juga yang muncul dan peserta-lah yang akan banyak mendapat insights, sangat baik bagi komunitas yang ingin dibangun Asosiasi Blockchain Indonesia.”

IBC 2022 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena ini merupakan kali pertama A-B-I bekerja sama dengan Reality Chain untuk menampilkan IBC 2022 secara live pada platform metaverse untuk memberikan pengalaman istimewa dan unik bagi para peserta. 

Reality Chain merupakan salah satu platform metaverse yang menawarkan bukan hanya ruang digital, mereka menawarkan kepemilikan tanah, bangunan, tiket, fashion, sampai avatar yang dapat menciptakan nilai tukar. 

Alasan IBC 2022 melakukan hal ini, disampaikan Asih sebagai “bentuk relevansi dari topik yang dibahas di salah satu panel yaitu, Metaverse dan Web 3.0, dimana peserta IBC 2022 dapat merasakan langsung pengalaman dalam dunia metaverse buatan anak bangsa yang sudah berbasis Web 3.0 dan sangat perlu diapresiasi.“

Pandu Sastrowardoyo, Founder dari Reality Chain sekaligus Supervisory Board A-B-I mengungkapkan “tren dan perkembangan metaverse saat ini sangat exciting karena sebenarnya metaverse ini sudah ada sejak sangat lama tetapi baru sekarang menjadi viral kembali.”

Selanjutnya Ia menambahkan “Khususnya masalah kepemilikan benda digital dan perkembangan metaverse yang diperkirakan akan terus melejit di masa yang akan datang sehingga Indonesia tidak boleh tertinggal dalam perkembangan metaverse ini.” 

Metaverse Pertama Buatan Anak Bangsa sejak awal 2021

IBC 2022 menjadi kesempatan yang baik bagi Pandu untuk “meng-highlight bahwa metaverse kami merupakan metaverse pertama buatan anak Indonesia yang sudah berdiri dari awal tahun 2021 dan kami juga merupakan satu-satunya yang memiliki dukungan teknologi kripto, blockchain, dan Web 3.0 yang juga menarik bukan hanya sebagai metaverse biasa namun juga sebagai metaverseas-a-service.

Penyelenggaraan acara IBC 2022 juga sejalan dengan program pemerintah dalam memberikan edukasi masyarakat mengenai teknologi terbaru khususnya dibidang blockchain. 

Menurut Edi Prio Pambudi selaku Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian “blockchain sebagai teknologi yang tergolong baru, diperlukan penggerak agar menjadi lebih tepat guna.”

Yos Adiguna Ginting sebagai Ketua Komite Tetap Perdagangan Internasional KADIN Indonesia turut memberikan pendapatnya mengenai acara IBC 2022. 

Menurut Yos “acara IBC 2022 menghadirkan panelis yang tidak hanya lengkap ruang lingkupnya, tapi juga merupakan individu yang sangat kompeten dalam ruang lingkup bidang mereka. Ditambah dengan pemilihan topik yang paling mutakhir dan yang paling menjadi perhatian komunitas blockchain. 

Yos juga berharap “untuk IBC 2023 agar dapat meningkatkan lagi kaliber para panelisnya serta melengkapi keterwakilan dari pihak Pemerintah, Akademisi dan Pelaku Usaha, sehingga jumlah partisipan dan manfaat yang didapat bisa lebih besar lagi.”

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here