Prediksi Eswar Prasad Terkait Keberlangsungan Bitcoin

Masa depan Bitcoin (BTC) memang tidak diketahui oleh siapa pun. Akan tetapi terkait hal tersebut, seorang profesor telah memberikan peringatan bahwa cryptocurrency paling populer ini mungkin akan hilang dalam waktu dekat. “Bitcoin itu sendiri mungkin tidak akan bertahan lebih lama lagi,” ungkap Eswar Prasad yang merupakan seorang profesor senior kebijakan perdagangan internasional di Cornell University. Pernyataan tersebut diungkapkan melalui sebuah wawancara dengan CNBC pada awal bulan ini di Squawk Box Europe.

Prediksi terhadap Bitcoin tersebut didasarkan pada beberapa alasan. Pertama, pergerakan harga Bitcoin yang sangat tidak terduga dalam beberapa tahun terakhir. Kedua, saat ini telah muncul lebih banyak aset kripto yang cenderung ramah terhadap penggunaan energi dan lingkungan dibandingkan Bitcoin. Ketiga, pembangunan cryptocurrency di atas teknologi blockchain seperti yang dilakukan oleh Bitcoin merupakan sebuah langkah yang tidak efisien.

Secara detail, Prasad mengungkapkan bahwa Bitcoin menggunakan teknik validasi yang berbahaya secara ekologis untuk proses transaksi dan tidak mengalami peningkatan dengan baik. Bitcoin juga memiliki jejak karbon yang lebih besar di seluruh negara, tertutama Selandia Baru. Di sisi lain, beberapa cryptocurrency yang lain mampu memperoleh manfaat dari penggunaan teknologi blockchain dengan lebih baik daripada Bitcoin.

Baca juga Prediksi Matthew Hyland Terkait Pergerakan Harga Bitcoin Terbaru

- Advertisement -

Prasad percaya bahwa teknologi blockchain secara fundamental akan mempengaruhi cara keuangan dan bagaimana kita melakukan transaksi setiap hari. Mengingat bahwa Bitcoin tidak berfungsi sebagai alat perdagangan, maka tidak terdapat nilai intrinsik di dalamnya selain dari keyakinan investor.

Secara umum, cryptocurrency telah memberikan dorongan terhadap bank sentral untuk mempertimbangkan terkait pembuatan salinan digital dari mata uang mereka sendiri. Dalam hal ini, mata uang digital mungkin baik karena mereka dapat menjadi salah satu alternatif pembayaran dengan berbiaya rendah yang dapat digunakan oleh siapa saja. Hal tersebut tentunya akan meningkatkan inklusi keuangan dan mungkin stabilitas keuangan.

Sebagai penutup wawancaranya dengan CNBC, Prasad mengatakan “Meskipun beberapa orang tidak menyukai Bitcoin, itu telah memicu revolusi yang pada akhirnya dapat menguntungkan kita semua baik secara langsung maupun tidak langsung.”

Sumber: https://www.cnbc.com/2021/12/17/bitcoin-may-not-last-that-much-longer-academic-warns.html

Masa depan Bitcoin (BTC) memang tidak diketahui oleh siapa pun. Akan tetapi terkait hal tersebut, seorang profesor telah memberikan peringatan bahwa cryptocurrency paling populer ini mungkin akan hilang dalam waktu dekat. “Bitcoin itu sendiri mungkin tidak akan bertahan lebih lama lagi,” ungkap Eswar Prasad yang merupakan seorang profesor senior kebijakan perdagangan internasional di Cornell University. Pernyataan tersebut diungkapkan melalui sebuah wawancara dengan CNBC pada awal bulan ini di Squawk Box Europe.

Prediksi terhadap Bitcoin tersebut didasarkan pada beberapa alasan. Pertama, pergerakan harga Bitcoin yang sangat tidak terduga dalam beberapa tahun terakhir. Kedua, saat ini telah muncul lebih banyak aset kripto yang cenderung ramah terhadap penggunaan energi dan lingkungan dibandingkan Bitcoin. Ketiga, pembangunan cryptocurrency di atas teknologi blockchain seperti yang dilakukan oleh Bitcoin merupakan sebuah langkah yang tidak efisien.

Secara detail, Prasad mengungkapkan bahwa Bitcoin menggunakan teknik validasi yang berbahaya secara ekologis untuk proses transaksi dan tidak mengalami peningkatan dengan baik. Bitcoin juga memiliki jejak karbon yang lebih besar di seluruh negara, tertutama Selandia Baru. Di sisi lain, beberapa cryptocurrency yang lain mampu memperoleh manfaat dari penggunaan teknologi blockchain dengan lebih baik daripada Bitcoin.

Baca juga Prediksi Matthew Hyland Terkait Pergerakan Harga Bitcoin Terbaru

Prasad percaya bahwa teknologi blockchain secara fundamental akan mempengaruhi cara keuangan dan bagaimana kita melakukan transaksi setiap hari. Mengingat bahwa Bitcoin tidak berfungsi sebagai alat perdagangan, maka tidak terdapat nilai intrinsik di dalamnya selain dari keyakinan investor.

Secara umum, cryptocurrency telah memberikan dorongan terhadap bank sentral untuk mempertimbangkan terkait pembuatan salinan digital dari mata uang mereka sendiri. Dalam hal ini, mata uang digital mungkin baik karena mereka dapat menjadi salah satu alternatif pembayaran dengan berbiaya rendah yang dapat digunakan oleh siapa saja. Hal tersebut tentunya akan meningkatkan inklusi keuangan dan mungkin stabilitas keuangan.

Sebagai penutup wawancaranya dengan CNBC, Prasad mengatakan “Meskipun beberapa orang tidak menyukai Bitcoin, itu telah memicu revolusi yang pada akhirnya dapat menguntungkan kita semua baik secara langsung maupun tidak langsung.”

Sumber: https://www.cnbc.com/2021/12/17/bitcoin-may-not-last-that-much-longer-academic-warns.html

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here