Protokol DeFi bZx Kembali Diretas dan Dilaporkan Kecolongan $50 Juta

Protokol DeFi bZx – Sektor Decentralized Finance (D-Fi) berkembang begitu pesat di beberapa tahun belakangan ini. Sektor ini dilaporkan memiliki Total Value Locked (TVL) melebihi angka $250 miliar tahun ini. Kendati demikian, kejadian-kejadian takmenguntungkan pula terjadi seiring keberhasilan sektor DeFi di tahun ini.

Dalam empat bulan pertama tahun 2021, sektor DeFi kehilangan sekitar $240 juta. Ini hanya kasus yang diketahui publik; perkiraan kerugian yang sebenarnya bisa mencapai miliaran dolar.

Protokol DeFi bZx, protokol yang banyak digunakan saat ini sedang menjadi buah bibir media massa. Protokol yang dibangun berbasis Ethereum dan Binance Smart Chain (BSC) ini dilaporkan telah diretas setidaknya senilai $55 juta, menurut laporan perusahaan keamanan blockchain SlowMist.

Baca juga Katana, DEX Milik Axie Infinity yang Baru Diluncurkan, Kini Sudah Menjadi Salah Satu Aplikasi DeFi Teratas

- Advertisement -

Tim protokol DeFi bZx melalui cuitan Twitter mengumumkan bahwa smart contract bZx dan Ethereum tidak dikompromikan. Namun, insiden ini hanya berdampak pada penyebaran Polygon dan Binance Smart Chance melalui private key yang dikompromikan oleh peretas. Selain itu, tim bZx menyampaikan total dana $55 juta tersebut belum diverifikasi secara internal.

Tahun lalu, protokol bZx mengalami peretasan sebanyak dua kali. Kasus peretasan tersebut melumpuhkan kemampuan protokol untuk mengambil keuntungan dari meningkatnya popularitas industri DeFi di antara komunitas tahun itu. Industri DeFi kala itu sedang marak-maraknya memanfaatkan teknologi blockchain untuk memotong perantara dari transaksi berupa pinjaman, tabungan, dan swap.

Pada bulan Februari 2020, ketika nilai total aset kripto yang berkomitmen pada protokol DeFi berbasis Ethereum bernilai kurang dari $1 miliar, bZx tertangkap basah oleh eksploitasi margin-lending. Dari kasus peretasan pertama ialah eksploitasi flash loan, kasus tersebut mengakibatkan bZx memiliki aset wrapped ETH kurang dari 1.300 ETH. Pencurian itu, senilai $366.000 saat itu, jika dikalkulasikan dengan nilai saat ini aset itu mendekati angka $6 juta.

Eksploitasi kedua terjadi pada September 2020. Kasus kedua tersebut menghabiskan 30% dari TVL dari protokol bZx, tahun itu bernilai $8 juta. Meskipun bZx menonaktifkan protokol mereka, kemudian dilaporkan bahwa aset mereka telah didebit ke dana asuransi protokol bZx. Dengan kata lain, pengguna dalam posisi margin-lending tidak mengalami kerugian dari kasus ekploitasi itu.

Saat ini pasar Ethereum DeFi yang telah meningkat tinggi menjadi lebih dari $170 miliar, termasuk BSC dan blockchain lainnya ikut merasakan pencapaian ini. Label harga protokol berbasis Ethereum dan BSC, saat ini sedang diverifikasi atau diperbarui oleh bZx, semakin tinggi. Terlepas dari itu, tim bXz mengungkapkan pihak mereka memiliki dana di perbendaharaan DAO untuk menutupi eksploitasi terbaru ini.

Sumber: https://decrypt.co/85360/ethereum-defi-project-bzx-hacked-again-reported-55-million

Protokol DeFi bZx – Sektor Decentralized Finance (D-Fi) berkembang begitu pesat di beberapa tahun belakangan ini. Sektor ini dilaporkan memiliki Total Value Locked (TVL) melebihi angka $250 miliar tahun ini. Kendati demikian, kejadian-kejadian takmenguntungkan pula terjadi seiring keberhasilan sektor DeFi di tahun ini.

Dalam empat bulan pertama tahun 2021, sektor DeFi kehilangan sekitar $240 juta. Ini hanya kasus yang diketahui publik; perkiraan kerugian yang sebenarnya bisa mencapai miliaran dolar.

Protokol DeFi bZx, protokol yang banyak digunakan saat ini sedang menjadi buah bibir media massa. Protokol yang dibangun berbasis Ethereum dan Binance Smart Chain (BSC) ini dilaporkan telah diretas setidaknya senilai $55 juta, menurut laporan perusahaan keamanan blockchain SlowMist.

Baca juga Katana, DEX Milik Axie Infinity yang Baru Diluncurkan, Kini Sudah Menjadi Salah Satu Aplikasi DeFi Teratas

Tim protokol DeFi bZx melalui cuitan Twitter mengumumkan bahwa smart contract bZx dan Ethereum tidak dikompromikan. Namun, insiden ini hanya berdampak pada penyebaran Polygon dan Binance Smart Chance melalui private key yang dikompromikan oleh peretas. Selain itu, tim bZx menyampaikan total dana $55 juta tersebut belum diverifikasi secara internal.

Tahun lalu, protokol bZx mengalami peretasan sebanyak dua kali. Kasus peretasan tersebut melumpuhkan kemampuan protokol untuk mengambil keuntungan dari meningkatnya popularitas industri DeFi di antara komunitas tahun itu. Industri DeFi kala itu sedang marak-maraknya memanfaatkan teknologi blockchain untuk memotong perantara dari transaksi berupa pinjaman, tabungan, dan swap.

Pada bulan Februari 2020, ketika nilai total aset kripto yang berkomitmen pada protokol DeFi berbasis Ethereum bernilai kurang dari $1 miliar, bZx tertangkap basah oleh eksploitasi margin-lending. Dari kasus peretasan pertama ialah eksploitasi flash loan, kasus tersebut mengakibatkan bZx memiliki aset wrapped ETH kurang dari 1.300 ETH. Pencurian itu, senilai $366.000 saat itu, jika dikalkulasikan dengan nilai saat ini aset itu mendekati angka $6 juta.

Eksploitasi kedua terjadi pada September 2020. Kasus kedua tersebut menghabiskan 30% dari TVL dari protokol bZx, tahun itu bernilai $8 juta. Meskipun bZx menonaktifkan protokol mereka, kemudian dilaporkan bahwa aset mereka telah didebit ke dana asuransi protokol bZx. Dengan kata lain, pengguna dalam posisi margin-lending tidak mengalami kerugian dari kasus ekploitasi itu.

Saat ini pasar Ethereum DeFi yang telah meningkat tinggi menjadi lebih dari $170 miliar, termasuk BSC dan blockchain lainnya ikut merasakan pencapaian ini. Label harga protokol berbasis Ethereum dan BSC, saat ini sedang diverifikasi atau diperbarui oleh bZx, semakin tinggi. Terlepas dari itu, tim bXz mengungkapkan pihak mereka memiliki dana di perbendaharaan DAO untuk menutupi eksploitasi terbaru ini.

Sumber: https://decrypt.co/85360/ethereum-defi-project-bzx-hacked-again-reported-55-million

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here