Proyek NFT Next Earth Menyumbangkan Donasi Senilai $64,260 untuk Amal

Next Earth, sebuah projek NFT terbaru, membuat proyek dengan tujuan ganda. Pertama, untuk membuat replikasi planet bumi yang berbasis blockchain terdepan. Kedua, untuk berkontribusi pada lingungan hidup.

Bersama dengan tujuan ganda tersebut, Next Earth meraih kesuksesan setelah menjual lebih dari $1,3 juta dalam Initial Tile Offering pertama di dunia. Hasil penjualan ini disumbangkan ke The Ocean Cleanup dan Amazon Watch. Dalam donasi pertama itu, Next Earth menggunakan fitur pungutan suaran di Dircord. Pungutan suara itu berisi pilihan alokasi yang dipilih oleh anggota masyarakat. Next Earth menyumbangkan dana ke alokasi-alokasi badan amal pilihan masyarakat.

Baca juga Peretas Mencoba Mencuri Kripto OpenSea dengan NFT Berbahaya

Saat ini Next Earth telah meningkatkan eksistensi mereka dengan proyek amal DAO (Decentralized Autonomous Organization).

- Advertisement -

Text Earth DAO baru-baru ini digunakan untuk menentukan alokasi dana di empat badan amal, di antaranya The Ocean Cleanup, SEE Turtles, Kiss The Ground, dan Amazon Watch. Pada September lalu, Next Earth berhasil menjual sekitar $640,250 aset virtual riil.  Sepuluh persen (10%) dari hasil penjualan tersebut sudah dialokasikan untuk kontribusi amal. Dengan Next Earth DAO, para memilik tanah virtual bisa memutuskan bagaimana 10% itu akan dibagi.

Para pemilik tanah virtual tersebut telah memutuskan bahwa The Ocean yang layak menerima nominal terbesar dari sisa hasil penjualan. Nomimal yang diterima The Ocean senilai 86 BNB (Binance Coin), kemudian diikuti oleh SEE Turtles menerima 24,75 BNB, Amazon Watch menerima 18,24 BNB, dan Kiss The Ground menerima siswa 17,55 BNB.

Mekanisme berbasis DAO membantu proyek NFT Next Earth untuk mendefinisikan kembali konsep awal proyek amal mereka. Ini adalah proses yang bersifat demokatis, para anggota masyarakat secara harfiah mendikte proyek tersebut harus mengalokasikan dana amal mereka. DAO bukan merupakan struktur tata kelola yang spesifik seperti bank atau perusahaan teknologi masif; pihak mereka yang mengamambil kendali alokasi pendaanaan.

Masa depan pemberiaan amal ialah terdesentralisasi. Semakin banyak orang di seluruh dunia menggunakan aplikasi terdesentralisasi (dapp) untuk membantu mereka melakukan segalanya, mulai dari mengirim yang ke keluarga maupun teman hingga membeli tiket pesawat. Next Earth DOA adalah representasi yang sempurna tentang bagaimana orang-orang bisa mulai beramal dengan mudah, semudah menjadi bagian dalam proyek kripto.

Semakin banyak proyek megadopsi Next Earth DAO, semakin baik pula bagi komunitas yang membutuhkan bantuan; baik melalui dukungan finansial atau sekadar menyebarkan pengetahuan tentang tujuan Next Earth DAO. Dengan adanya saluran bantuan dari pihak ketiga, masyarakat akan membantu membawa pihak Next Earth mendekati visi mereka tentang komunitas global yang sesungguhnya.

Sumber: http://bitcoinist.com/next-earth-nft-project-donates-additional-64260-to-charity/

Next Earth, sebuah projek NFT terbaru, membuat proyek dengan tujuan ganda. Pertama, untuk membuat replikasi planet bumi yang berbasis blockchain terdepan. Kedua, untuk berkontribusi pada lingungan hidup.

Bersama dengan tujuan ganda tersebut, Next Earth meraih kesuksesan setelah menjual lebih dari $1,3 juta dalam Initial Tile Offering pertama di dunia. Hasil penjualan ini disumbangkan ke The Ocean Cleanup dan Amazon Watch. Dalam donasi pertama itu, Next Earth menggunakan fitur pungutan suaran di Dircord. Pungutan suara itu berisi pilihan alokasi yang dipilih oleh anggota masyarakat. Next Earth menyumbangkan dana ke alokasi-alokasi badan amal pilihan masyarakat.

Baca juga Peretas Mencoba Mencuri Kripto OpenSea dengan NFT Berbahaya

Saat ini Next Earth telah meningkatkan eksistensi mereka dengan proyek amal DAO (Decentralized Autonomous Organization).

Text Earth DAO baru-baru ini digunakan untuk menentukan alokasi dana di empat badan amal, di antaranya The Ocean Cleanup, SEE Turtles, Kiss The Ground, dan Amazon Watch. Pada September lalu, Next Earth berhasil menjual sekitar $640,250 aset virtual riil.  Sepuluh persen (10%) dari hasil penjualan tersebut sudah dialokasikan untuk kontribusi amal. Dengan Next Earth DAO, para memilik tanah virtual bisa memutuskan bagaimana 10% itu akan dibagi.

Para pemilik tanah virtual tersebut telah memutuskan bahwa The Ocean yang layak menerima nominal terbesar dari sisa hasil penjualan. Nomimal yang diterima The Ocean senilai 86 BNB (Binance Coin), kemudian diikuti oleh SEE Turtles menerima 24,75 BNB, Amazon Watch menerima 18,24 BNB, dan Kiss The Ground menerima siswa 17,55 BNB.

Mekanisme berbasis DAO membantu proyek NFT Next Earth untuk mendefinisikan kembali konsep awal proyek amal mereka. Ini adalah proses yang bersifat demokatis, para anggota masyarakat secara harfiah mendikte proyek tersebut harus mengalokasikan dana amal mereka. DAO bukan merupakan struktur tata kelola yang spesifik seperti bank atau perusahaan teknologi masif; pihak mereka yang mengamambil kendali alokasi pendaanaan.

Masa depan pemberiaan amal ialah terdesentralisasi. Semakin banyak orang di seluruh dunia menggunakan aplikasi terdesentralisasi (dapp) untuk membantu mereka melakukan segalanya, mulai dari mengirim yang ke keluarga maupun teman hingga membeli tiket pesawat. Next Earth DOA adalah representasi yang sempurna tentang bagaimana orang-orang bisa mulai beramal dengan mudah, semudah menjadi bagian dalam proyek kripto.

Semakin banyak proyek megadopsi Next Earth DAO, semakin baik pula bagi komunitas yang membutuhkan bantuan; baik melalui dukungan finansial atau sekadar menyebarkan pengetahuan tentang tujuan Next Earth DAO. Dengan adanya saluran bantuan dari pihak ketiga, masyarakat akan membantu membawa pihak Next Earth mendekati visi mereka tentang komunitas global yang sesungguhnya.

Sumber: http://bitcoinist.com/next-earth-nft-project-donates-additional-64260-to-charity/

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here