Rusia Mengizinkan Crypto dalam Perdagangan Luar Negeri untuk meningkatkan Rubel Digital

Menyusul adanya kebijakan sanksi yang komprehensif, Rusia telah menggandakan dan menambahkannya sekali lagi dalam upayanya meningkatkan mata uang digital ASAP. Adanya legalisasi tentang mata uang crypto di Rusia yang semakin menunjukkan progres yang cukup baik, Kementerian Keuangan Negara mengubah RUU yang diusulkan. Ia menambahkan dalam artikelnya, bahwa kedepannya akan memungkinkan menggunakan cryptocurency sebagai pembayaran untuk kegiatan perdagangan luar negeri badan hukum dan pengusaha individu.

Amandemen yang diusulkan tersebut sesuai dengan kebijakan Kementerian Pembangunan Ekonomi, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan Digital, Layanan Pajak Federal, dan Pengawas Keuangan Negara Rosfinmonitoring.

Walaupun Rusia mengesampingkan membuat tender legal crypto, melewati tindakan itu akan membuat cryptocurency sebagai mata uang alternatif de facto untuk membayar dengan perdagangan luar negeri. Setelah insiden yang dilakukan Amerika dan sekutunya yang membatasi akses Rusia ke Dolar sebanyak mungkin, dapat dipastikan itu dilakukan sebagai upaya untuk melemahkan upaya tersebut.

Bank Rusia tidak masuk dalam daftar pendukung crypto di Rusia. Khususnya Gubernur Bank Sentral, Elvira Nabiullina yang telah menjadi lawan lama legalisasi crypto. Meskipun dia tetap enggan menerima kebijakan terbaru yang dikeluarkan.

- Advertisement -

Baca Juga : Cara Menganalisis Proyek Cryptocurrency Melalui Whitepaper

Menurut laporan Forbes Rusia. Bank Sentral saat ini sedang memfokuskan pada peluncuran proyek percontohan Rubel Digital. Pengujian ini sudah berlangsung sejak Februari 2022, lalu peluncuran akan dilaksanakan pada April 2023, dan dilanjutkan pada tahun 2024.

Olga Skorobogatova, Wakil Ketua Pertama Bank Rusia, menyampaikan bahwa pembayarannya akan gratis dan tersedia di semua wilayah di Rusia. Bank juga berencana untuk menggunakan kontrak pintar dalam melaksanakan proyek CBDC-nya.

Oleh karena itu, Pemangku kepentingan sektor publik Keuangan Negara menekankan pada arah yang berbeda, walaupun keduanya sama-sama memajukann digitalisasi sektor keuangan. Tujuan Rusia yang utama adalah mengurangi efek yang mereka dapat sebanyak mungkin.

Sumber : coinmarketcap.com

Menyusul adanya kebijakan sanksi yang komprehensif, Rusia telah menggandakan dan menambahkannya sekali lagi dalam upayanya meningkatkan mata uang digital ASAP. Adanya legalisasi tentang mata uang crypto di Rusia yang semakin menunjukkan progres yang cukup baik, Kementerian Keuangan Negara mengubah RUU yang diusulkan. Ia menambahkan dalam artikelnya, bahwa kedepannya akan memungkinkan menggunakan cryptocurency sebagai pembayaran untuk kegiatan perdagangan luar negeri badan hukum dan pengusaha individu.

Amandemen yang diusulkan tersebut sesuai dengan kebijakan Kementerian Pembangunan Ekonomi, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan Digital, Layanan Pajak Federal, dan Pengawas Keuangan Negara Rosfinmonitoring.

Walaupun Rusia mengesampingkan membuat tender legal crypto, melewati tindakan itu akan membuat cryptocurency sebagai mata uang alternatif de facto untuk membayar dengan perdagangan luar negeri. Setelah insiden yang dilakukan Amerika dan sekutunya yang membatasi akses Rusia ke Dolar sebanyak mungkin, dapat dipastikan itu dilakukan sebagai upaya untuk melemahkan upaya tersebut.

Bank Rusia tidak masuk dalam daftar pendukung crypto di Rusia. Khususnya Gubernur Bank Sentral, Elvira Nabiullina yang telah menjadi lawan lama legalisasi crypto. Meskipun dia tetap enggan menerima kebijakan terbaru yang dikeluarkan.

Baca Juga : Cara Menganalisis Proyek Cryptocurrency Melalui Whitepaper

Menurut laporan Forbes Rusia. Bank Sentral saat ini sedang memfokuskan pada peluncuran proyek percontohan Rubel Digital. Pengujian ini sudah berlangsung sejak Februari 2022, lalu peluncuran akan dilaksanakan pada April 2023, dan dilanjutkan pada tahun 2024.

Olga Skorobogatova, Wakil Ketua Pertama Bank Rusia, menyampaikan bahwa pembayarannya akan gratis dan tersedia di semua wilayah di Rusia. Bank juga berencana untuk menggunakan kontrak pintar dalam melaksanakan proyek CBDC-nya.

Oleh karena itu, Pemangku kepentingan sektor publik Keuangan Negara menekankan pada arah yang berbeda, walaupun keduanya sama-sama memajukann digitalisasi sektor keuangan. Tujuan Rusia yang utama adalah mengurangi efek yang mereka dapat sebanyak mungkin.

Sumber : coinmarketcap.com

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here