Seorang Ibu Meninggalkan Pekerjaan Konvensionalnya dan Mengubah Gaji $4.000 Menjadi $85.000 dengan Investasi Kripto

Seorang ibu mengubah gaji $4.000 menjadi $85.000 per transaksi dengan melakukan investasi di kripto. Wanita ini dikenal sebagai ‘CryptoMom’ di media sosial Twitter. Pada kesempatan kali ini, ia menceritakan kisah perjalanan ia memulai investasi ini dan berbagi saran kepada pemula.

Brenda Gentry, seorang ibu yang sebelum sepenuhnya terjun ke dunia investasi kripto, adalah seorang penjamin emisi hipotek di USAA selama sebelas tahun. Brenda memutuskan berhenti dari pekerjaan ini di tahun 2011 dan memutuskan untuk meluangkan seluruh waktunya sebagai investor kripto sejak saat itu.

Sekarang ibu ini memiliki firma konsultasi kripto dan NFT (non-fungible token) bersama kedua putrinya, Cynthia dan Imani. Firma tersebut bernama Gentry Media Productions, sebuah perusahaan yang memasarkan proyek kripto dan NFT berfokus pada game.

Baca juga Kisah Pekerja Konstruksi El Salvador Mendapat Gigi Baru berkat Bitcoin

- Advertisement -

Brenda Gentry menceritakan bahwa transisi dari pekerjaan konvensionalnya ke dunia kripto bukanlah keputusan yang ia ambil dalam semalam. Brenda mengetahui kripto sejak 2009, tetapi kata itu ia tidak beranggapan bahwa aset digital tersebut sebagai aset investasi yang serius.

Kendati demikian, pendemi COVID-19 mengubah persepsi ibu ini mengenai dunia kripto. Setelah menyaksikan pasar dunia merosot dengan drastis selama pendemi dan memengaruhi kehidupan jutaan orang di seluruh dunia, ia menyadari bahwa ia tidak akan rugi dengan menginvestasikan sejumlah pundi di Ethereum maupun Bitcoin.

“Pandemi ini membuka mata saya. Saya memutuskan saya perlu mengambil tindakan sendiri. Jadi ya, ketika pasar merosot tahun lalu, saya banyak berinvestasi dalam kripto,” kata Brenda Gentry.

Di lain sisi, kedua putri Brendra Gentry, Cynthia dan Imam, pula terlibat aktif dalam komunitas kripto dan DAO (decentralized autonomous organization). Brenda Gentry pula aktif dan telah bergabung di beberapa kominitas melalui grup Telegram.

Bergabung dengan komunias kripto, Brenda menyaksikan para investor muda menjadi jutawan dengan membeli altcoin. Selain itu, ia menceritakan bahwa banyak orang yang bukan dari kalangan trader aset digital mulai tertarik pada cryptocurrency dan meraup keuntungan besar dari pasar ini.

Ia mencatat, selama pandemi ini orang-orang terjun ke investasi kripto dengan jumlah kecil (uang stimulus) di tahap awal dan segelintir orang pula telah mengubah karier mereka untuk memanfaatkan keuntungan kelas aset digital, seperti kisah Brenda Gentry.

Kisah Brenda Gentry yang Sepenuhnya Berinvestasi Kripto

Wanita dengan dua putri ini menceritakan bahwa dirinya secara bertahap menginvestasikan sebagian dari gaji yang ia peroleh sebagai seorang penjamin emisi hipotek di USAA. Wanita ini menekankan bahwa ia mempertahankan pekerjaan tersebut selama lebih dari satu tahun sembari terus berinvestasi dalam kripto.

Brenda mengakui ia menyukai kenyamanan karena memiliki gaji yang tetap. Oleh karena itu, keputusan wanita ini untuk mengubah karier dari seorang pekerja konvensional ke investor kripto secara penuh adalah keputusan yang berat. Brenda berkata, “sangat sulit bagi saya untuk memberi tahu otak saya, ‘oke, Anda bisa melakukan ini penuh waktu’ karena sudah terbiasa dengan gaji dua mingguan, sangat sulit untuk meyakinkan diri sendiri bahwa, oke, saya akan berhenti untuk berinvestasi kripto.”

Seorang ibu bernama Brenda ini ini paham bahwa investasi aset digital seperti kripto memiliki risiko yang tinggi. Brenda menggarisbawahi sebagai tahap awal, ia memulai dan fokus pada proyek dengan tim yang transparan dan fundamental yang kuat. “Saya pikir latar belakang perbankan, saya memiliki pemahaman dengan itu. Kami melakukan banyak uji tuntas dan saya belum pernah rugikan,” kata Gentry.

Brenda Gentry mengungkapkan pada kuartal pertama tahun ini, ia mulai meningkatkan volume investasinya karena ia sudah mulai merasa nyaman di sektor kripto. Momentum terbesar wanita ini adalah ketika ia membeli sebuah proyek bernama Bundles Finance (BUND). Selama Desember 2020, ia membeli proyek tersebut ketika kripto diperdagangkan antara $1,53 hingga $4. Harga tersebut meroket tinggi menjadi dari $41 dan modal balik sekitar 200% pada April 2021.

Kala itulah Brenda Gentry menyadari bahwa pendapatan bulanannya mengalir secara stabil dan ia memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan konvensionalnya. Brenda mengatakan ia lebih memilih berinvestasi di Ethereum, ketimbang mentransfer uangnya ke USDT (stablecoin yang dipatok ke dolar AS). Brenda menggunakan kartu kripto seperti CoinBase dan dapat membelanjakan apa saja yang ia inginkan seperti bahan makanan, bensin, dan bahkan mobil.

Brenda mengakui ia sempat kewalahan mempelajari konsep beralih dari mata uang fiat ke Ethereum, tetapi kini ia lebih suka memegang kripto dan ia melihat nilai aset digital ini berpotensi berlipat ganda sementara daya beli dolar menderita inflasi. “Saya telah melihat Ethereum naik dari $300 menjadi 2.600 menjadi 3.000 menjadi 4.000,” kata Brenda Gentry.

Brenda Gentry adalah pengambil risiko dan dia mengakui pendekatannya mungkin tidak dapat diterapkan oleh sebagian orang. Ia mengatakan ia memiliki tabungan sekitar $400.000 yang ia tabung selama sebelas tahun dan ia mengungkapkan bahwa tabungan (uang fiat) selama belasan tahun itu masih terbilang rendah jika dibandingkan dengan keuntungan yang ia peroleh selama berinvestasi kripto.

Saat ini, Brenda secara teratur bertaruh pada proyek baru sambil berkonsultasi tentang kripto. Wanita ini mengatakan ia biasanya mentransfer keuntungan pendapatannya ke Etheruem (ETH). Pada September tahun ini, dia menghasilkan sekitar 10 ETH, yang setara dengan sekitar $43.000 pada saat transaksi untuk proyek kripto lain yang ia konsultasikan.

Selainjnya, ia menghasilkan sekitar 19,9 ETH dengan nilai sekitar $85.000 pada saat transaksi dari satu proyek konsultasi pada Oktober lalu. Brenda mengutarakan, ia pula mendapatkan keuntungan tambahan dari berinvestasi ke altcoin. Selain itu, Brenda mengatakan bahwa sebagian besar keuntungannya diinvestasikan kembali ke dalam proyek startup kripto dan amal.

Brenda Gentry membagi saran bagi para investor awal maupun pemula yang ingin terjun ke ruang kripto, ia memperingatkan bahwa ada di bulan-bulan tertentu ruang kripto tidak ada momentum yang terjadi, terutama pada bear market. Bear market dalam ruang kripto didefinisikan sebagai periode waktu ketika pasokan lebih besar dari permintaan dan harga turun.

“Saya memberi tahu orang-orang dengan pekerjaan tetap untuk melakukan ini sebagai sampingan. Ini tidak boleh dianggap sebagai penghasilan tetap, setidaknya selama dua hingga tiga tahun,” kata Brenda Gentry. Namun, ia menyarankan jangan takut mengambil risiko dan menggali lebih mengenai ruang kripto. Brenda menyerukan terjun ke dunia kripto lebih baik daripada berdiam di zona nyaman yang hidup dari gaji ke gaji.

Sumber: https://www.businessinsider.com/crypto-investing-mom-went-from-paycheck-to-investing-process-risks-2021-11?r=US&IR=T

Seorang ibu mengubah gaji $4.000 menjadi $85.000 per transaksi dengan melakukan investasi di kripto. Wanita ini dikenal sebagai ‘CryptoMom’ di media sosial Twitter. Pada kesempatan kali ini, ia menceritakan kisah perjalanan ia memulai investasi ini dan berbagi saran kepada pemula.

Brenda Gentry, seorang ibu yang sebelum sepenuhnya terjun ke dunia investasi kripto, adalah seorang penjamin emisi hipotek di USAA selama sebelas tahun. Brenda memutuskan berhenti dari pekerjaan ini di tahun 2011 dan memutuskan untuk meluangkan seluruh waktunya sebagai investor kripto sejak saat itu.

Sekarang ibu ini memiliki firma konsultasi kripto dan NFT (non-fungible token) bersama kedua putrinya, Cynthia dan Imani. Firma tersebut bernama Gentry Media Productions, sebuah perusahaan yang memasarkan proyek kripto dan NFT berfokus pada game.

Baca juga Kisah Pekerja Konstruksi El Salvador Mendapat Gigi Baru berkat Bitcoin

Brenda Gentry menceritakan bahwa transisi dari pekerjaan konvensionalnya ke dunia kripto bukanlah keputusan yang ia ambil dalam semalam. Brenda mengetahui kripto sejak 2009, tetapi kata itu ia tidak beranggapan bahwa aset digital tersebut sebagai aset investasi yang serius.

Kendati demikian, pendemi COVID-19 mengubah persepsi ibu ini mengenai dunia kripto. Setelah menyaksikan pasar dunia merosot dengan drastis selama pendemi dan memengaruhi kehidupan jutaan orang di seluruh dunia, ia menyadari bahwa ia tidak akan rugi dengan menginvestasikan sejumlah pundi di Ethereum maupun Bitcoin.

“Pandemi ini membuka mata saya. Saya memutuskan saya perlu mengambil tindakan sendiri. Jadi ya, ketika pasar merosot tahun lalu, saya banyak berinvestasi dalam kripto,” kata Brenda Gentry.

Di lain sisi, kedua putri Brendra Gentry, Cynthia dan Imam, pula terlibat aktif dalam komunitas kripto dan DAO (decentralized autonomous organization). Brenda Gentry pula aktif dan telah bergabung di beberapa kominitas melalui grup Telegram.

Bergabung dengan komunias kripto, Brenda menyaksikan para investor muda menjadi jutawan dengan membeli altcoin. Selain itu, ia menceritakan bahwa banyak orang yang bukan dari kalangan trader aset digital mulai tertarik pada cryptocurrency dan meraup keuntungan besar dari pasar ini.

Ia mencatat, selama pandemi ini orang-orang terjun ke investasi kripto dengan jumlah kecil (uang stimulus) di tahap awal dan segelintir orang pula telah mengubah karier mereka untuk memanfaatkan keuntungan kelas aset digital, seperti kisah Brenda Gentry.

Kisah Brenda Gentry yang Sepenuhnya Berinvestasi Kripto

Wanita dengan dua putri ini menceritakan bahwa dirinya secara bertahap menginvestasikan sebagian dari gaji yang ia peroleh sebagai seorang penjamin emisi hipotek di USAA. Wanita ini menekankan bahwa ia mempertahankan pekerjaan tersebut selama lebih dari satu tahun sembari terus berinvestasi dalam kripto.

Brenda mengakui ia menyukai kenyamanan karena memiliki gaji yang tetap. Oleh karena itu, keputusan wanita ini untuk mengubah karier dari seorang pekerja konvensional ke investor kripto secara penuh adalah keputusan yang berat. Brenda berkata, “sangat sulit bagi saya untuk memberi tahu otak saya, ‘oke, Anda bisa melakukan ini penuh waktu’ karena sudah terbiasa dengan gaji dua mingguan, sangat sulit untuk meyakinkan diri sendiri bahwa, oke, saya akan berhenti untuk berinvestasi kripto.”

Seorang ibu bernama Brenda ini ini paham bahwa investasi aset digital seperti kripto memiliki risiko yang tinggi. Brenda menggarisbawahi sebagai tahap awal, ia memulai dan fokus pada proyek dengan tim yang transparan dan fundamental yang kuat. “Saya pikir latar belakang perbankan, saya memiliki pemahaman dengan itu. Kami melakukan banyak uji tuntas dan saya belum pernah rugikan,” kata Gentry.

Brenda Gentry mengungkapkan pada kuartal pertama tahun ini, ia mulai meningkatkan volume investasinya karena ia sudah mulai merasa nyaman di sektor kripto. Momentum terbesar wanita ini adalah ketika ia membeli sebuah proyek bernama Bundles Finance (BUND). Selama Desember 2020, ia membeli proyek tersebut ketika kripto diperdagangkan antara $1,53 hingga $4. Harga tersebut meroket tinggi menjadi dari $41 dan modal balik sekitar 200% pada April 2021.

Kala itulah Brenda Gentry menyadari bahwa pendapatan bulanannya mengalir secara stabil dan ia memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan konvensionalnya. Brenda mengatakan ia lebih memilih berinvestasi di Ethereum, ketimbang mentransfer uangnya ke USDT (stablecoin yang dipatok ke dolar AS). Brenda menggunakan kartu kripto seperti CoinBase dan dapat membelanjakan apa saja yang ia inginkan seperti bahan makanan, bensin, dan bahkan mobil.

Brenda mengakui ia sempat kewalahan mempelajari konsep beralih dari mata uang fiat ke Ethereum, tetapi kini ia lebih suka memegang kripto dan ia melihat nilai aset digital ini berpotensi berlipat ganda sementara daya beli dolar menderita inflasi. “Saya telah melihat Ethereum naik dari $300 menjadi 2.600 menjadi 3.000 menjadi 4.000,” kata Brenda Gentry.

Brenda Gentry adalah pengambil risiko dan dia mengakui pendekatannya mungkin tidak dapat diterapkan oleh sebagian orang. Ia mengatakan ia memiliki tabungan sekitar $400.000 yang ia tabung selama sebelas tahun dan ia mengungkapkan bahwa tabungan (uang fiat) selama belasan tahun itu masih terbilang rendah jika dibandingkan dengan keuntungan yang ia peroleh selama berinvestasi kripto.

Saat ini, Brenda secara teratur bertaruh pada proyek baru sambil berkonsultasi tentang kripto. Wanita ini mengatakan ia biasanya mentransfer keuntungan pendapatannya ke Etheruem (ETH). Pada September tahun ini, dia menghasilkan sekitar 10 ETH, yang setara dengan sekitar $43.000 pada saat transaksi untuk proyek kripto lain yang ia konsultasikan.

Selainjnya, ia menghasilkan sekitar 19,9 ETH dengan nilai sekitar $85.000 pada saat transaksi dari satu proyek konsultasi pada Oktober lalu. Brenda mengutarakan, ia pula mendapatkan keuntungan tambahan dari berinvestasi ke altcoin. Selain itu, Brenda mengatakan bahwa sebagian besar keuntungannya diinvestasikan kembali ke dalam proyek startup kripto dan amal.

Brenda Gentry membagi saran bagi para investor awal maupun pemula yang ingin terjun ke ruang kripto, ia memperingatkan bahwa ada di bulan-bulan tertentu ruang kripto tidak ada momentum yang terjadi, terutama pada bear market. Bear market dalam ruang kripto didefinisikan sebagai periode waktu ketika pasokan lebih besar dari permintaan dan harga turun.

“Saya memberi tahu orang-orang dengan pekerjaan tetap untuk melakukan ini sebagai sampingan. Ini tidak boleh dianggap sebagai penghasilan tetap, setidaknya selama dua hingga tiga tahun,” kata Brenda Gentry. Namun, ia menyarankan jangan takut mengambil risiko dan menggali lebih mengenai ruang kripto. Brenda menyerukan terjun ke dunia kripto lebih baik daripada berdiam di zona nyaman yang hidup dari gaji ke gaji.

Sumber: https://www.businessinsider.com/crypto-investing-mom-went-from-paycheck-to-investing-process-risks-2021-11?r=US&IR=T

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here