Seorang Komisaris Polisi India Memberikan Peringatan Publik Terkait Penipuan Cryptocurrency

Shikha Goel, seorang asisten komisaris polisi di Hyderabad, India, memperingatkan penduduk setempat terkait lonjakan kejahatan dunia maya termasuk penipuan cryptocurrency. Goel melanjutkan dengan menyarankan warga India untuk tidak memindahkan aset cryptocurrency mereka ke dompet pribadi yang tidak sah.

Goel menekankan beberapa taktik yang digunakan pihak tidak bertanggung jawab untuk menipu investor, termasuk penawaran investasi yang menarik, transfer bank yang tidak sah, dan aktivitas terkait cryptocurrency. Menyadari pertumbuhan pengguna crypto di India, Goel menambahkan:

“Mereka [penipu] menanyakan mengenai informasi mata uang cryptocurrency Anda. Dan segera setelah Anda memasukkannya ke dompet Anda, uangnya dirampas.”

Baca juga Menurut Sebuah Laporan, RUU Cryptocurrency India Tidak akan Diusulkan pada Sesi Musim Dingin Parlemen

- Advertisement -

Setelah menjelaskan secara singkat penipuan yang rumit tersebut kepada warga India, Goel mencatat bahwa enam belas kasus serupa yang melibatkan mata uang cryptocurrency telah didaftarkan.

Menurut komisaris, “Jika Anda akan mengadopsi atau berinvestasi dalam cryptocurrency, silakan langsung terjun ke perusahaan yang bereputasi dan sudah lama berdiri di industri ini.”

Goel mengatakan dalam sebuah wawancara dengan The Hindu di India bahwa 14 dari 16 kasus penipuan cryptocurrency melibatkan investasi dan perdagangan langsung. Umumnya, para penipu membujuk korban untuk memindahkan cryptocurrency yang baru mereka peroleh untuk meningkatkan pendapatan mereka. Hal tersebut digambarkan oleh Goel sebagai:

“Orang-orang telah ditipu dari 3,45 crore rupee (sekitar $458.000) dalam mengejar keuntungan yang lebih besar pada investasi cryptocurrency.”

“Begitu Anda ditipu, tidak ada jalan untuk membalikkan situasi naas tersebut. Uang virtual tidak akan pernah bisa dilacak kembali ke asalnya dan dikembalikan kepada pemilik sahnya,” pungkasnya.

Pemerintah negara bagian Telangana juga mempelopori inisiatif blockchain India, setelah meluncurkan program India Blockchain Accelerator guna mendukung perusahaan Web 2.0 dan Web 3.0 tahap awal, serta pengembang blockchain.

Rama Devi Lanka, direktur teknologi baru pemerintah Telangana, menyatakan minatnya dalam menggunakan teknologi blockchain untuk memecahkan masalah dunia nyata dalam sebuah wawancara dengan Cointelegraph. Lanka menambahkan:

“Pemerintah Telangana akan membantu dalam membangun kerangka peraturan yang diperlukan untuk memfasilitasi dan mendukung pertumbuhan blockchain.”

Sumber: https://cointelegraph.com/news/indian-police-commissioner-issues-a-public-warning-against-crypto-frauds

Shikha Goel, seorang asisten komisaris polisi di Hyderabad, India, memperingatkan penduduk setempat terkait lonjakan kejahatan dunia maya termasuk penipuan cryptocurrency. Goel melanjutkan dengan menyarankan warga India untuk tidak memindahkan aset cryptocurrency mereka ke dompet pribadi yang tidak sah.

Goel menekankan beberapa taktik yang digunakan pihak tidak bertanggung jawab untuk menipu investor, termasuk penawaran investasi yang menarik, transfer bank yang tidak sah, dan aktivitas terkait cryptocurrency. Menyadari pertumbuhan pengguna crypto di India, Goel menambahkan:

“Mereka [penipu] menanyakan mengenai informasi mata uang cryptocurrency Anda. Dan segera setelah Anda memasukkannya ke dompet Anda, uangnya dirampas.”

Baca juga Menurut Sebuah Laporan, RUU Cryptocurrency India Tidak akan Diusulkan pada Sesi Musim Dingin Parlemen

Setelah menjelaskan secara singkat penipuan yang rumit tersebut kepada warga India, Goel mencatat bahwa enam belas kasus serupa yang melibatkan mata uang cryptocurrency telah didaftarkan.

Menurut komisaris, “Jika Anda akan mengadopsi atau berinvestasi dalam cryptocurrency, silakan langsung terjun ke perusahaan yang bereputasi dan sudah lama berdiri di industri ini.”

Goel mengatakan dalam sebuah wawancara dengan The Hindu di India bahwa 14 dari 16 kasus penipuan cryptocurrency melibatkan investasi dan perdagangan langsung. Umumnya, para penipu membujuk korban untuk memindahkan cryptocurrency yang baru mereka peroleh untuk meningkatkan pendapatan mereka. Hal tersebut digambarkan oleh Goel sebagai:

“Orang-orang telah ditipu dari 3,45 crore rupee (sekitar $458.000) dalam mengejar keuntungan yang lebih besar pada investasi cryptocurrency.”

“Begitu Anda ditipu, tidak ada jalan untuk membalikkan situasi naas tersebut. Uang virtual tidak akan pernah bisa dilacak kembali ke asalnya dan dikembalikan kepada pemilik sahnya,” pungkasnya.

Pemerintah negara bagian Telangana juga mempelopori inisiatif blockchain India, setelah meluncurkan program India Blockchain Accelerator guna mendukung perusahaan Web 2.0 dan Web 3.0 tahap awal, serta pengembang blockchain.

Rama Devi Lanka, direktur teknologi baru pemerintah Telangana, menyatakan minatnya dalam menggunakan teknologi blockchain untuk memecahkan masalah dunia nyata dalam sebuah wawancara dengan Cointelegraph. Lanka menambahkan:

“Pemerintah Telangana akan membantu dalam membangun kerangka peraturan yang diperlukan untuk memfasilitasi dan mendukung pertumbuhan blockchain.”

Sumber: https://cointelegraph.com/news/indian-police-commissioner-issues-a-public-warning-against-crypto-frauds

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here