Setelah Reli 37% di Bulan November, Litecoin Menghadapi Ancaman ‘Double Top’

Pergerakan harga Litecoin (LTC) bulan November mencapai hingga 37%, menimbulkan risiko ancaman pembentukan pola grafik double top.

Pengaturan klasik bearish reversal muncul ketika harga membentuk dua puncak berturut-turut dengan ketinggian yang hampir sama, setiap pergerakan naiknya bertemu dengan koreksi harga yang kuat menuju level support umum yang disebut neckline. Biasanya, harga akan menembus level support dan turun sebanyak ketinggian maksimum antara double top dan neckline. Sehingga, tampaknya Litecoin sudah setengah jalan dalam membentuk pola double top.

Baca juga Apa yang Diperlukan Litecoin untuk Mempertahankan Pergerakan Harga?

Secara rinci, harga LTC mencapai puncaknya pada 10 November dengan harga $295.50 sebagai puncak pertama, sebelum terkoreksi lebih rendah menuju neckline support pada harga $249. Diikuti dengan rebound ke harga $280 sebagai puncak kedua, yang pada akhirnya menarik para pengambil keuntungan dan menyebabkan koreksi kecil yang masih berlangsung.

- Advertisement -

Untuk menguji ulang neckline, Litecoin perlu memperpanjang aksi jualnya, lalu penembusan harga di bawah level support akan mengaktifkan ancaman pengaturan double top breakout, dengan target keuntungan mendekati $200.

Pola bearish reversal LTC muncul ketika inflasi AS melonjak ke level tertinggi tiga dekade dan mendorong investor untuk mencari lindung nilai (hedge) di berbagai instrumen keuangan. Misalnya emas berjangka yang secara aktif diperdagangkan akhir-akhir ini.

Instrumen tersebut mengalami lonjakan sebesar 2.9% menjadi $1.868.50 per troy ounce, setelah Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan kenaikan indeks harga konsumen (CPI) sebesar 6.2% year-to-year. Hal tersebut menandai inflasi berturut-turut pada bulan kelima sebesar 5%.

Salah satu kepala eksekutif Securitize Capital, Wilfred Daye, mengakui bahwa banyak investor dan trader telah menggunakan Bitcoin (BTC) sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang meningkat, bahkan terhadap volatilitas harga cryptocurrency yang mengerikan. Pertumbuhan Bitcoin juga telah membantu peningkatan altcoin berkat pengaruhnya di pasar kripto. LTC merupakan salah satu altcoin yang menerima manfaat dari pergerakan harga Bitcoin.

Litecoin menempatkan target pergerakan harga selanjutnya hingga $350. Sementara itu, kegagalan terkait momentum bullish berisiko mengaktifkan pengaturan double top. Hal tersebut membawa ‘multi-month ascending trendline support’ sebagai target penurunan berikutnya apabila ada pergerakan yang menembus bearish. Secara kebetulan, target juga mendekati harga $200.

Sumber:

https://cointelegraph.com/news/litecoin-grapples-with-double-top-risks-after-ltc-price-rallies-37-in-november

Pergerakan harga Litecoin (LTC) bulan November mencapai hingga 37%, menimbulkan risiko ancaman pembentukan pola grafik double top.

Pengaturan klasik bearish reversal muncul ketika harga membentuk dua puncak berturut-turut dengan ketinggian yang hampir sama, setiap pergerakan naiknya bertemu dengan koreksi harga yang kuat menuju level support umum yang disebut neckline. Biasanya, harga akan menembus level support dan turun sebanyak ketinggian maksimum antara double top dan neckline. Sehingga, tampaknya Litecoin sudah setengah jalan dalam membentuk pola double top.

Baca juga Apa yang Diperlukan Litecoin untuk Mempertahankan Pergerakan Harga?

Secara rinci, harga LTC mencapai puncaknya pada 10 November dengan harga $295.50 sebagai puncak pertama, sebelum terkoreksi lebih rendah menuju neckline support pada harga $249. Diikuti dengan rebound ke harga $280 sebagai puncak kedua, yang pada akhirnya menarik para pengambil keuntungan dan menyebabkan koreksi kecil yang masih berlangsung.

Untuk menguji ulang neckline, Litecoin perlu memperpanjang aksi jualnya, lalu penembusan harga di bawah level support akan mengaktifkan ancaman pengaturan double top breakout, dengan target keuntungan mendekati $200.

Pola bearish reversal LTC muncul ketika inflasi AS melonjak ke level tertinggi tiga dekade dan mendorong investor untuk mencari lindung nilai (hedge) di berbagai instrumen keuangan. Misalnya emas berjangka yang secara aktif diperdagangkan akhir-akhir ini.

Instrumen tersebut mengalami lonjakan sebesar 2.9% menjadi $1.868.50 per troy ounce, setelah Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan kenaikan indeks harga konsumen (CPI) sebesar 6.2% year-to-year. Hal tersebut menandai inflasi berturut-turut pada bulan kelima sebesar 5%.

Salah satu kepala eksekutif Securitize Capital, Wilfred Daye, mengakui bahwa banyak investor dan trader telah menggunakan Bitcoin (BTC) sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang meningkat, bahkan terhadap volatilitas harga cryptocurrency yang mengerikan. Pertumbuhan Bitcoin juga telah membantu peningkatan altcoin berkat pengaruhnya di pasar kripto. LTC merupakan salah satu altcoin yang menerima manfaat dari pergerakan harga Bitcoin.

Litecoin menempatkan target pergerakan harga selanjutnya hingga $350. Sementara itu, kegagalan terkait momentum bullish berisiko mengaktifkan pengaturan double top. Hal tersebut membawa ‘multi-month ascending trendline support’ sebagai target penurunan berikutnya apabila ada pergerakan yang menembus bearish. Secara kebetulan, target juga mendekati harga $200.

Sumber:

https://cointelegraph.com/news/litecoin-grapples-with-double-top-risks-after-ltc-price-rallies-37-in-november

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here