Silta Finance Menjadi Solusi bagi Perusahaan-Perusahaan Kecil

Silta Finance merupakan salah satu De-Fi (Decentralized Finance) pinjaman utama saat ini dan menjadi solusi bagi perusahaan kecil. Silta Finance menyerukan kemitraan mereka dengan perusahaan pengembangan WEnergi Global yang berkantor di Singapura.

WEnergy Global telah mengetujui untuk mengeksplorasi solusi pinjaman cryptocurrrency untuk mengakses project finance (pembiayaan proyek). Perusahaan ini bermitra dengan Silta, sebuah perusahaan startup yang menghubungkan De-Fi dengan pendanaan infrastruktur. Silta memberikan kreditur De-Fi akses aset kelas nyata, yaitu mendiversifikasi dunia investasi dan menawarkan suku bunga yang kompetitif. Dengan kemitraan ini, WEnergy Global akan menjadi salah satu peminjam pertama yang menerima akses awal ke solusi baru milik De-Fi Silta.

Baca juga Akumulator Asuransi Bright Union Menjadi Keamanan DeFi

Silta Finance memfasiliasi pinjaman untuk membangun berbagai jenis aset infrastruktur dalam kerangka project finance. Peminjam dapat mengajukan aplikasi pinjaman dan Silta akan melakukan analisis risiko serta melakukan penilaian kredit. Berdasarkan informasi ini, komunitas Silfa memilih proyek yang harus diberikan biaya. Selain itu, siapa pun yang memegang crypto dapat berkontribusi ke komunitas Silta Finance dan menerima pembayaran bunga berkala.

- Advertisement -

Selain menawarkan suku bunga pinjaman yang kompetitif, Silta secara signifikan mempercepat diligence prosess yang harus segera dituntaskan. Ben Sheppard, pendiri Silta Finance, memiliki pengalaman lebih dari 12 tahun di bidang project finance dan PPP (Public-Private Partnership atau kemitraan publik-swasta). Sheppard berkomentar bahwa Silta mendanai utang kepada pengembang proyek dan mengambil biaya untuk menjual utang itu. Perbedaan dengan perbankan tradisional ialah bahwa peminjam tidak perlu membayar biaya yang mungkin mencapai jutaan hanya untuk layanan konsultasi transaksi pemberi pinjaman dan untuk penilaian kelayakan kredit. Sheppard menjelaskan lebih lanjut karena ada pungutan biaya layanan transaksi seperti itu membuat proyek-proyek kecil berbasis teknologi baru dan teknologi ramah lingkungan sulit mendapatkan pendanaan. PPP lite seperti itu menjadi lahan subur bagi Silta Finance untuk memfasilitasi kredit dan penanganan dari proyek-proyek sejenis, jelas Sheppard.

Proyek PPP yang lebih kecil, khususnya di negara berkembang, tidak selalu disertai dengan hak campur tangan kontraktual seperti jaminan yang didukung pemerintah. Tanpa lapisan perlindungan tambahan seperti itu, premi risiko yang diterapkan oleh pemberi pinjaman bisa sangat tinggi, membuat pinjaman menjadi tidak terjangkau. Inilah yang ingin diubah Silta.

WEnergy Global bermaksud membuat aplikasi pendanaan di kisaran 8-10 juta USD melalui Silta. Pada transaksi sebelumnya dengan pemberi pinjamannya, WEnergy Global telah menyelesaikan dan melunasi pinjamannya dalam waktu lima tahun dengan semua pembayaran dilakukan tepat waktu. Untuk portofolio proyek mendatang di Asia Tenggara, WEnergy Global dan Silta menargetkan tingkat bunga di kisaran 5-6% dengan periode pembayaran 6—8 tahun.

Silta dan WEnergy Global berbagi semangat yang kuat untuk tujuan ESG (Environment, Social, Governance) dan ingin menuntaskan perbedaan material dalam kehidupan masyarakat. Tujuan dari kerja sama pertama ini adalah mewujudkan investasi berdampak dalam portofolio seperti mini-grid bertenaga bersih untuk melistriki komunitas di luar jaringan. Proyek tersebut serupa dengan Proyek Sabang di Palawan di Filipina. Sebuah proyek unggulan yang dikembangkan, dimiliki bersama dan bekerja sama dengan WEnergy Global.

Visi Silta adalah menyalurkan pembiayaan dalam bentuk kredit kepada proyek-proyek PPP di bawah kisaran 100 juta USD. Akan ada berbagai produk investasi yang tersedia bagi pemberi pinjaman. Beberapa kumpulan pinjaman akan berkontribusi pada proyek berdampak tinggi seperti yang sedang dikerjakan WEnergy Global. Selain itu, visi Silta ialah akan memenuhi kriteria ESG yang kuat dengan manfaat tambahan seperti penerangan jalan hemat energi dengan potensi untuk mengurangi tingkat kejahatan.

Tentang rencana ke depan finance project melalui De-Fi, Atem Ramsundersingh, CEO WEnergy Global dan mantan Manajer Program Senior Grup Bank Dunia, menyampaikan bahwa melakukan perubahan adalah tentang memungkinkan investor di seluruh dunia untuk menjalin hubungan dengan orang-orang dan bisnis mereka di daerah terpencil di negara berkembang. Ekonomi secara real-time  akan meningkatkan gaya hidup dan produktivitas berkelanjutan yang sangat dibutuhkan dalam menciptakan dunia yang lebih baik. Ramsundersingh mengomentari bahwa pembiayaan akan ditingkatkan oleh kelompok investor terdesentralisasi yang akan mempercepat implementasi tujuan pembangunan berkelanjutan.

Implementasi prototipe solusi Silta akan tersedia akhir tahun ini, memungkinkan mitra seperti WEnergy Global untuk bereksperimen dengan solusi tersebut sejak awal. Dengan meningkatnya jumlah peminjam dari Asia Tenggara dan wilayah MENA yang menunjukkan minat yang besar pada Silta, tujuannya adalah untuk memberikan pinjaman pembiayaan proyek pertama pada kuaral kedua tahun 2022.

Sumber: https://news.bitcoin.com/silta-finance-competitive-interest-rates-and-fast-due-diligence-draw-project-finance-company-towards-crypto-loans/

Silta Finance merupakan salah satu De-Fi (Decentralized Finance) pinjaman utama saat ini dan menjadi solusi bagi perusahaan kecil. Silta Finance menyerukan kemitraan mereka dengan perusahaan pengembangan WEnergi Global yang berkantor di Singapura.

WEnergy Global telah mengetujui untuk mengeksplorasi solusi pinjaman cryptocurrrency untuk mengakses project finance (pembiayaan proyek). Perusahaan ini bermitra dengan Silta, sebuah perusahaan startup yang menghubungkan De-Fi dengan pendanaan infrastruktur. Silta memberikan kreditur De-Fi akses aset kelas nyata, yaitu mendiversifikasi dunia investasi dan menawarkan suku bunga yang kompetitif. Dengan kemitraan ini, WEnergy Global akan menjadi salah satu peminjam pertama yang menerima akses awal ke solusi baru milik De-Fi Silta.

Baca juga Akumulator Asuransi Bright Union Menjadi Keamanan DeFi

Silta Finance memfasiliasi pinjaman untuk membangun berbagai jenis aset infrastruktur dalam kerangka project finance. Peminjam dapat mengajukan aplikasi pinjaman dan Silta akan melakukan analisis risiko serta melakukan penilaian kredit. Berdasarkan informasi ini, komunitas Silfa memilih proyek yang harus diberikan biaya. Selain itu, siapa pun yang memegang crypto dapat berkontribusi ke komunitas Silta Finance dan menerima pembayaran bunga berkala.

Selain menawarkan suku bunga pinjaman yang kompetitif, Silta secara signifikan mempercepat diligence prosess yang harus segera dituntaskan. Ben Sheppard, pendiri Silta Finance, memiliki pengalaman lebih dari 12 tahun di bidang project finance dan PPP (Public-Private Partnership atau kemitraan publik-swasta). Sheppard berkomentar bahwa Silta mendanai utang kepada pengembang proyek dan mengambil biaya untuk menjual utang itu. Perbedaan dengan perbankan tradisional ialah bahwa peminjam tidak perlu membayar biaya yang mungkin mencapai jutaan hanya untuk layanan konsultasi transaksi pemberi pinjaman dan untuk penilaian kelayakan kredit. Sheppard menjelaskan lebih lanjut karena ada pungutan biaya layanan transaksi seperti itu membuat proyek-proyek kecil berbasis teknologi baru dan teknologi ramah lingkungan sulit mendapatkan pendanaan. PPP lite seperti itu menjadi lahan subur bagi Silta Finance untuk memfasilitasi kredit dan penanganan dari proyek-proyek sejenis, jelas Sheppard.

Proyek PPP yang lebih kecil, khususnya di negara berkembang, tidak selalu disertai dengan hak campur tangan kontraktual seperti jaminan yang didukung pemerintah. Tanpa lapisan perlindungan tambahan seperti itu, premi risiko yang diterapkan oleh pemberi pinjaman bisa sangat tinggi, membuat pinjaman menjadi tidak terjangkau. Inilah yang ingin diubah Silta.

WEnergy Global bermaksud membuat aplikasi pendanaan di kisaran 8-10 juta USD melalui Silta. Pada transaksi sebelumnya dengan pemberi pinjamannya, WEnergy Global telah menyelesaikan dan melunasi pinjamannya dalam waktu lima tahun dengan semua pembayaran dilakukan tepat waktu. Untuk portofolio proyek mendatang di Asia Tenggara, WEnergy Global dan Silta menargetkan tingkat bunga di kisaran 5-6% dengan periode pembayaran 6—8 tahun.

Silta dan WEnergy Global berbagi semangat yang kuat untuk tujuan ESG (Environment, Social, Governance) dan ingin menuntaskan perbedaan material dalam kehidupan masyarakat. Tujuan dari kerja sama pertama ini adalah mewujudkan investasi berdampak dalam portofolio seperti mini-grid bertenaga bersih untuk melistriki komunitas di luar jaringan. Proyek tersebut serupa dengan Proyek Sabang di Palawan di Filipina. Sebuah proyek unggulan yang dikembangkan, dimiliki bersama dan bekerja sama dengan WEnergy Global.

Visi Silta adalah menyalurkan pembiayaan dalam bentuk kredit kepada proyek-proyek PPP di bawah kisaran 100 juta USD. Akan ada berbagai produk investasi yang tersedia bagi pemberi pinjaman. Beberapa kumpulan pinjaman akan berkontribusi pada proyek berdampak tinggi seperti yang sedang dikerjakan WEnergy Global. Selain itu, visi Silta ialah akan memenuhi kriteria ESG yang kuat dengan manfaat tambahan seperti penerangan jalan hemat energi dengan potensi untuk mengurangi tingkat kejahatan.

Tentang rencana ke depan finance project melalui De-Fi, Atem Ramsundersingh, CEO WEnergy Global dan mantan Manajer Program Senior Grup Bank Dunia, menyampaikan bahwa melakukan perubahan adalah tentang memungkinkan investor di seluruh dunia untuk menjalin hubungan dengan orang-orang dan bisnis mereka di daerah terpencil di negara berkembang. Ekonomi secara real-time  akan meningkatkan gaya hidup dan produktivitas berkelanjutan yang sangat dibutuhkan dalam menciptakan dunia yang lebih baik. Ramsundersingh mengomentari bahwa pembiayaan akan ditingkatkan oleh kelompok investor terdesentralisasi yang akan mempercepat implementasi tujuan pembangunan berkelanjutan.

Implementasi prototipe solusi Silta akan tersedia akhir tahun ini, memungkinkan mitra seperti WEnergy Global untuk bereksperimen dengan solusi tersebut sejak awal. Dengan meningkatnya jumlah peminjam dari Asia Tenggara dan wilayah MENA yang menunjukkan minat yang besar pada Silta, tujuannya adalah untuk memberikan pinjaman pembiayaan proyek pertama pada kuaral kedua tahun 2022.

Sumber: https://news.bitcoin.com/silta-finance-competitive-interest-rates-and-fast-due-diligence-draw-project-finance-company-towards-crypto-loans/

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here