Sistem Manajemen Hak Digital Berbasis Blockchain

Sistem manajemen hak digital berbasis Blockchain? Untuk memahami kompleksitas manajemen hak digital atau DRM tersebut, kita harus memahami peluang dan tantangan DRM dari sistem yang disajikan oleh teknologi berbasis Blockchain saat ini. Beberapa diantaranya adalah transparansi, keterikatan data, dan juga keberlanjutan yang cocok dengan sistem kepeercayaan.

Dengan web 2.0, pembuatan dan penyebaran konten dilakukan melalui platform sebagai perantara dan telah mengembangkan model bisnis yang memonetisasi jalur distribusi konten, menghasilkan data, dan metadata. Seiring berjalannya waktu, teknologi ini mengalami eksploitasi berkaitan dengan kerentanannya dalam menyebarkan informasi.

Baca juga Industri Game Blockchain Vietnam Mengalami Peningkatan

Selanjutnya, Web 3.0 hadir dan membawa perubahan pada karakteristik platform— berkisar pada desentralisasi, aset digital, kepercayaan, dan kepemilikan. Teknologi ini mampu mendorong partisipasi dan keterlibatan sehingga melahirkan platform struktur ekonomi yang baru.

- Advertisement -

Di pasar yang digerakkan secara digital, jaringan berteknologi Blockchain memastikan bahwa hubungan dan interaksi pasar yang dinamis tercermin dengan cara yang sistematis dan cerdas. Hal ini menyiratkan penyimpanan data, konten, dan meme berharga yang mencerminkan komunitas digital dan budaya peer-to-peer yang intrinsik dengan ekosistem berbasis Blockchain.

Pada dasarnya, sistem Blockchain merupakan sistem transaksi yang diamankan oleh komputer terdistribusi untuk ketahanan dan efisiensi serta konstruksi wallet yang menyediakan kerangka klaim untuk aset digital yang diamankan oleh sistem transaksi. DRM tidak dapat masuk ke dalam penyimpanan kunci pribadi dengan wallet atau klaim atas aset.

Merevisi DRM membutuhkan pemikiran ulang di luar akses ke data dan konten yang dapat disalin dan direplikasi. Menjadi penting untuk mulai memasukkan gagasan tentang nilai, kepemilikan, dan klaim sebagai keharusan desain. Desain ini dapat menjadi bagian dari lapisan satu yang sistemik atau dibangun sebagai aplikasi lapisan dua, Decentralized Autonomous Organization (DAO).

DRM sebagai sebuah model yang dibangun dengan teknologi dan sistem buku besar digital akan memperlakukan hak digital sebagai klaim yang tidak terbantahkan. Ia juga akan menyertakan lisensi dan atribusi dalam akses dan klaim atas representasi tokenized. Hal itu dapat dicapai dengan mengembangkan identitas sebagai token NFT. Desain ini akan mencakup model multitoken yang perlu digabungkan untuk klaim dan akses. Salah satu contoh proyek yang menggunakan desain ini adalah verivikasi NFT Twitter.

Sumber:

https://cointelegraph.com/news/digital-rights-management-in-the-open-seas-of-blockchain-systems

Sistem manajemen hak digital berbasis Blockchain? Untuk memahami kompleksitas manajemen hak digital atau DRM tersebut, kita harus memahami peluang dan tantangan DRM dari sistem yang disajikan oleh teknologi berbasis Blockchain saat ini. Beberapa diantaranya adalah transparansi, keterikatan data, dan juga keberlanjutan yang cocok dengan sistem kepeercayaan.

Dengan web 2.0, pembuatan dan penyebaran konten dilakukan melalui platform sebagai perantara dan telah mengembangkan model bisnis yang memonetisasi jalur distribusi konten, menghasilkan data, dan metadata. Seiring berjalannya waktu, teknologi ini mengalami eksploitasi berkaitan dengan kerentanannya dalam menyebarkan informasi.

Baca juga Industri Game Blockchain Vietnam Mengalami Peningkatan

Selanjutnya, Web 3.0 hadir dan membawa perubahan pada karakteristik platform— berkisar pada desentralisasi, aset digital, kepercayaan, dan kepemilikan. Teknologi ini mampu mendorong partisipasi dan keterlibatan sehingga melahirkan platform struktur ekonomi yang baru.

Di pasar yang digerakkan secara digital, jaringan berteknologi Blockchain memastikan bahwa hubungan dan interaksi pasar yang dinamis tercermin dengan cara yang sistematis dan cerdas. Hal ini menyiratkan penyimpanan data, konten, dan meme berharga yang mencerminkan komunitas digital dan budaya peer-to-peer yang intrinsik dengan ekosistem berbasis Blockchain.

Pada dasarnya, sistem Blockchain merupakan sistem transaksi yang diamankan oleh komputer terdistribusi untuk ketahanan dan efisiensi serta konstruksi wallet yang menyediakan kerangka klaim untuk aset digital yang diamankan oleh sistem transaksi. DRM tidak dapat masuk ke dalam penyimpanan kunci pribadi dengan wallet atau klaim atas aset.

Merevisi DRM membutuhkan pemikiran ulang di luar akses ke data dan konten yang dapat disalin dan direplikasi. Menjadi penting untuk mulai memasukkan gagasan tentang nilai, kepemilikan, dan klaim sebagai keharusan desain. Desain ini dapat menjadi bagian dari lapisan satu yang sistemik atau dibangun sebagai aplikasi lapisan dua, Decentralized Autonomous Organization (DAO).

DRM sebagai sebuah model yang dibangun dengan teknologi dan sistem buku besar digital akan memperlakukan hak digital sebagai klaim yang tidak terbantahkan. Ia juga akan menyertakan lisensi dan atribusi dalam akses dan klaim atas representasi tokenized. Hal itu dapat dicapai dengan mengembangkan identitas sebagai token NFT. Desain ini akan mencakup model multitoken yang perlu digabungkan untuk klaim dan akses. Salah satu contoh proyek yang menggunakan desain ini adalah verivikasi NFT Twitter.

Sumber:

https://cointelegraph.com/news/digital-rights-management-in-the-open-seas-of-blockchain-systems

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here