Starbucks Berencana Meluncurkan Koleksi NFT Pertamanya

Perusahaan Starbucks telah mengumumkan bahwa mereka akan mulai menawarkan “koleksi digital” yang berfungsi sebagai akses masuk ke komunitas Starbucks global, pengalaman konten, dan fasilitas eksklusif lainnya. Dengan begitu, dalam waktu dekat, Anda kemungkinan sudah bisa membeli NFT bersamaan dengan pesanan kopi Anda di Starbucks. Koleksi NFT tersebut juga menjadi bagian dari rencana Starbucks untuk memperluas upayanya dalam memberikan kenyamanan yang lebih baik kepada pelanggan. 

Postingan tersebut mengungkapkan ketertarikan perusahaan dengan cara NFT yang memungkinkan orang untuk memiliki aset digital “bermerek.” Bahkan, NFT tersebut dapat diprogram dan berfungsi ganda sebagai akses masuk ke suatu tempat atau acara. Hal itu juga bisa menjadi cara baru untuk menumbuhkan loyalitas di antara pelanggan melalui pengalaman yang unik dan upaya pembangunan komunitas. Untuk itulah, Starbucks berencana membuat serangkaian koleksi NFT bermerek dengan berbagai tema untuk mendorong penerimaan di antara 27 juta anggota Rewards aktifnya di AS.

Akan tetapi, Starbucks masih belum memaparkan secara lebih detail tentang apa saja benefit yang akan diterima pemegang koleksi NFT tersebut. Selain itu, CEO Starbucks, yaitu Howard Schultz, juga belum bisa memberikan informasi yang pasti mengenai proyek tersebut ketika ia menghadiri sebuah forum terbuka dengan karyawan Starbucks. 

Terjunnya Starbucks ke sektor NFT muncul secara bersamaan dengan berita tentang penjualan NFT yang telah anjlok hingga 92% sejak September 2021 lalu. Beberapa outlet berita bahkan menyebut sektor NFT sudah “runtuh.” Dompet kripto yang aktif digunakan untuk menyimpan NFT juga turun hingga 88%. Sedangkan, minat online terhadap teknologi tersebut turun 89% sejak mencapai puncaknya pada Januari 2022 lalu. 

- Advertisement -

Baca Juga : CyberZ, Inc. dan OEN, Inc. Luncurkan Koleksi Japan Inspired NFT Portal (JINP)

Meskipun makna dan nilai NFT memang selalu terlihat tidak pasti. Namun, token tersebut adalah aset spekulatif yang sudah sering digunakan untuk merepresentasikan sebuah karya seni digital, foto, atau media lain dan bertindak sebagai tanda terima digital untuk pembelian. Dan, apabila kita merujuk ke situasi yang tengah dialami sektor NFT saat ini, kita juga masih belum bisa menentukan bagaimanakah nasib koleksi Starbucks yang nantinya akan diluncurkan.

Sumber : news.yahoo.com 

Perusahaan Starbucks telah mengumumkan bahwa mereka akan mulai menawarkan “koleksi digital” yang berfungsi sebagai akses masuk ke komunitas Starbucks global, pengalaman konten, dan fasilitas eksklusif lainnya. Dengan begitu, dalam waktu dekat, Anda kemungkinan sudah bisa membeli NFT bersamaan dengan pesanan kopi Anda di Starbucks. Koleksi NFT tersebut juga menjadi bagian dari rencana Starbucks untuk memperluas upayanya dalam memberikan kenyamanan yang lebih baik kepada pelanggan. 

Postingan tersebut mengungkapkan ketertarikan perusahaan dengan cara NFT yang memungkinkan orang untuk memiliki aset digital “bermerek.” Bahkan, NFT tersebut dapat diprogram dan berfungsi ganda sebagai akses masuk ke suatu tempat atau acara. Hal itu juga bisa menjadi cara baru untuk menumbuhkan loyalitas di antara pelanggan melalui pengalaman yang unik dan upaya pembangunan komunitas. Untuk itulah, Starbucks berencana membuat serangkaian koleksi NFT bermerek dengan berbagai tema untuk mendorong penerimaan di antara 27 juta anggota Rewards aktifnya di AS.

Akan tetapi, Starbucks masih belum memaparkan secara lebih detail tentang apa saja benefit yang akan diterima pemegang koleksi NFT tersebut. Selain itu, CEO Starbucks, yaitu Howard Schultz, juga belum bisa memberikan informasi yang pasti mengenai proyek tersebut ketika ia menghadiri sebuah forum terbuka dengan karyawan Starbucks. 

Terjunnya Starbucks ke sektor NFT muncul secara bersamaan dengan berita tentang penjualan NFT yang telah anjlok hingga 92% sejak September 2021 lalu. Beberapa outlet berita bahkan menyebut sektor NFT sudah “runtuh.” Dompet kripto yang aktif digunakan untuk menyimpan NFT juga turun hingga 88%. Sedangkan, minat online terhadap teknologi tersebut turun 89% sejak mencapai puncaknya pada Januari 2022 lalu. 

Baca Juga : CyberZ, Inc. dan OEN, Inc. Luncurkan Koleksi Japan Inspired NFT Portal (JINP)

Meskipun makna dan nilai NFT memang selalu terlihat tidak pasti. Namun, token tersebut adalah aset spekulatif yang sudah sering digunakan untuk merepresentasikan sebuah karya seni digital, foto, atau media lain dan bertindak sebagai tanda terima digital untuk pembelian. Dan, apabila kita merujuk ke situasi yang tengah dialami sektor NFT saat ini, kita juga masih belum bisa menentukan bagaimanakah nasib koleksi Starbucks yang nantinya akan diluncurkan.

Sumber : news.yahoo.com 

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here