STEM Genesis Meluncurkan NFT Pixel Pongo yang Terinspirasi dari Orangutan dan CyberKongz

Non-Fungible Token atau NFT menjadi primadona di ruang kripto tahun ini, mengingat tahun ini kapitalisasi nilai pasar sektor ini mencapai $20 juta dan Collins Dictionary menobatkan istilah NFT sebagai ‘word of the year.’ Pencapaian tersebut tidak dapat dipungkiri karena berbagai kalangan seperti musisi dunia, industri mode, industri perfilman bahkan Uni Emirat Arab meluncurkan prangko NFT baru-baru ini.

Seorang ilmuan asal Inggris pula tidak ketinggalan mengikuti arus perkembangan pasar NFT dengan meluncurkan NFT Pixel Pongo. Dr. Jackie Lighten adalah seorang dosen di University of Exeter dan sekaligus pendiri STEM Genesis meluncurkan NFT Pixel Pongo pada 12 Desember pekan lalu.

“STEM Genesis akan menciptakan hubungan antara cryptocurrency dan investasi dalam inovasi STEM dunia nyata. Dari kedua lingkup tersebut, perkembangan kemajuan teknologi adalah kunci bagi keberadaan manusia yang berkelanjutan,” jelas Dr. Lighten dalam sebuah wawancara.

Baca juga Nexo Bermitra dengan Three Arrows Capital untuk Luncurkan Pinjaman NFT dan Bisnis Art Finance

- Advertisement -

STEM merupakan akronim dari science, technology, engineering and mathematics. Ilmuan tersebut menyampaikan bahwa STEM Genesis bersifat revolusioner karena platform mereka bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara aset digital dan aplikasi dunia nyata sebagai alat atau fungsi investasi dalam perusahaan STEM. Untuk mewujudkan misi tersebut, STEM Genesis meluncurkan Pixel Pongo yang terinspirasi dari kesuksesan koleksi NFT CyberKongz.

Selain ingin mengikuti jejak keberhasilan CyberKoongz, Dr. Lighten mengatakan bahwa ia menamai Pixel Pongo karena Pongo merupakan nama ilmiah untuk orangutan. Dengan demikian, seluruh NFT cetakan STEM Genesis menampakkan karakter piksel orangutan dengan berbagai ekspresi, merujuk pada CyberKongz dengan karakter gorila.

Para kolektor NFT Pixel Pongo akan membantu STEM Genesis dari konsepsinya, sembari berinvestasi di pasar NFT untuk menambahkan elemen baru dari sifat, utilitas, dan perhargaan pada industri tersebut. Mengutip whitepaper STEM Genesis, platform akan menawarkan keuntungan bagi kolektor Pixel Pongo seperti memberikan keuntungan kembali atas investasi awal kolektor sesuai dengan progresif perdanganan NFT kolektor di pasar.

STEM Genesis bekerja sama dengan pengembang game komputer Triple-A, seniman handal, produsen ‘produk hijau’ netral karbon, dan lembaga akademis. Selain itu, platform ini bertujuan untuk mendanai hibah untuk peneliti dan lokakarya keterlibatan, sembari mempromosikan kesetaraan, kemajuan karir, keragaman, pendidikan dan inklusi dalam penelitian STEM.

Minting NFT Pixel Pongo

Bertepatan pada tanggal peluncurannya, STEM Genesis pula melaporkan para kolektor NFT sudah dapat minting (mencetak) Pixel Pongo di OpenSea melalui jaringan Polygon. Tim STEM Genenis menjabarkan cara membeli dan mencetak melalui OpenSea Wallet dengan menukarkan cryptocurency $MATIC (token asli Polygon) senilai $99. Tim menyediakan 2.200 token sebagai peluncuran awal dan 200 di antaranya akan disalurkan sebagai hadiah kepada kolektor yang beruntung.

Para kolektor Pixel Pongo tidak perlu mengkhawatirkan biaya transaksi yang tinggi karena STEM Genesis dan Polygon menawarkan gas fee rendah. Selain itu, STEM Genesis bekerja sama dengan Hypersign untuk mengamankan proses pencetakan Pixel Pongo di platform. Hypersign merupakan solusi otentikasi yang mengamankan data pengguna dengan menggabungkan identitas digital dengan teknologi blockchain.

Kinerja STEM Genesis meluncurkan Pixel Pongo tidak perlu diragukan lagi, tidak ada salahnya memasukkan NFT Pixel Pongo sebagai salah satu koleksi aset digital.

Non-Fungible Token atau NFT menjadi primadona di ruang kripto tahun ini, mengingat tahun ini kapitalisasi nilai pasar sektor ini mencapai $20 juta dan Collins Dictionary menobatkan istilah NFT sebagai ‘word of the year.’ Pencapaian tersebut tidak dapat dipungkiri karena berbagai kalangan seperti musisi dunia, industri mode, industri perfilman bahkan Uni Emirat Arab meluncurkan prangko NFT baru-baru ini.

Seorang ilmuan asal Inggris pula tidak ketinggalan mengikuti arus perkembangan pasar NFT dengan meluncurkan NFT Pixel Pongo. Dr. Jackie Lighten adalah seorang dosen di University of Exeter dan sekaligus pendiri STEM Genesis meluncurkan NFT Pixel Pongo pada 12 Desember pekan lalu.

“STEM Genesis akan menciptakan hubungan antara cryptocurrency dan investasi dalam inovasi STEM dunia nyata. Dari kedua lingkup tersebut, perkembangan kemajuan teknologi adalah kunci bagi keberadaan manusia yang berkelanjutan,” jelas Dr. Lighten dalam sebuah wawancara.

Baca juga Nexo Bermitra dengan Three Arrows Capital untuk Luncurkan Pinjaman NFT dan Bisnis Art Finance

STEM merupakan akronim dari science, technology, engineering and mathematics. Ilmuan tersebut menyampaikan bahwa STEM Genesis bersifat revolusioner karena platform mereka bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara aset digital dan aplikasi dunia nyata sebagai alat atau fungsi investasi dalam perusahaan STEM. Untuk mewujudkan misi tersebut, STEM Genesis meluncurkan Pixel Pongo yang terinspirasi dari kesuksesan koleksi NFT CyberKongz.

Selain ingin mengikuti jejak keberhasilan CyberKoongz, Dr. Lighten mengatakan bahwa ia menamai Pixel Pongo karena Pongo merupakan nama ilmiah untuk orangutan. Dengan demikian, seluruh NFT cetakan STEM Genesis menampakkan karakter piksel orangutan dengan berbagai ekspresi, merujuk pada CyberKongz dengan karakter gorila.

Para kolektor NFT Pixel Pongo akan membantu STEM Genesis dari konsepsinya, sembari berinvestasi di pasar NFT untuk menambahkan elemen baru dari sifat, utilitas, dan perhargaan pada industri tersebut. Mengutip whitepaper STEM Genesis, platform akan menawarkan keuntungan bagi kolektor Pixel Pongo seperti memberikan keuntungan kembali atas investasi awal kolektor sesuai dengan progresif perdanganan NFT kolektor di pasar.

STEM Genesis bekerja sama dengan pengembang game komputer Triple-A, seniman handal, produsen ‘produk hijau’ netral karbon, dan lembaga akademis. Selain itu, platform ini bertujuan untuk mendanai hibah untuk peneliti dan lokakarya keterlibatan, sembari mempromosikan kesetaraan, kemajuan karir, keragaman, pendidikan dan inklusi dalam penelitian STEM.

Minting NFT Pixel Pongo

Bertepatan pada tanggal peluncurannya, STEM Genesis pula melaporkan para kolektor NFT sudah dapat minting (mencetak) Pixel Pongo di OpenSea melalui jaringan Polygon. Tim STEM Genenis menjabarkan cara membeli dan mencetak melalui OpenSea Wallet dengan menukarkan cryptocurency $MATIC (token asli Polygon) senilai $99. Tim menyediakan 2.200 token sebagai peluncuran awal dan 200 di antaranya akan disalurkan sebagai hadiah kepada kolektor yang beruntung.

Para kolektor Pixel Pongo tidak perlu mengkhawatirkan biaya transaksi yang tinggi karena STEM Genesis dan Polygon menawarkan gas fee rendah. Selain itu, STEM Genesis bekerja sama dengan Hypersign untuk mengamankan proses pencetakan Pixel Pongo di platform. Hypersign merupakan solusi otentikasi yang mengamankan data pengguna dengan menggabungkan identitas digital dengan teknologi blockchain.

Kinerja STEM Genesis meluncurkan Pixel Pongo tidak perlu diragukan lagi, tidak ada salahnya memasukkan NFT Pixel Pongo sebagai salah satu koleksi aset digital.

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here