The Merge Ethereum Akan Jadi Salah Satu Peristiwa Kripto Terbesar di Tahun 2022

Illust -The Merge Ethereum Akan Jadi Salah Satu Peristiwa Kripto Terbesar di Tahun 2022
Sumber Asset: Flat futuristic nft concept created by freepik – www.freepik.com

Dalam beberapa bulan kedepan, blockchain kripto terbesar kedua, Ethereum, akan melakukan transisi protokol dari proof-of-work ke proof-of-stake. Transisi ini akan mengubah cara Ethereum dalam memproses transaksi yang ada di blockchain-nya. Langkah ini diharapkan dapat membuat jaringan tersebut menjadi lebih efisien, berkelanjutan, dan skalabel. Rencana transisi tersebut sudah sering dijadikan topik utama dalam berbagai media dan saat ini komunitas kripto telah memberikan julukan ‘The Merge.‘  

Sebelum membahas lebih jauh tentang The Merge, penting untuk memahami dua mekanisme konsensus kripto yang terlibat di dalamnya. Jadi, seperti halnya Bitcoin, Ethereum sebelumnya menggunakan protokol proof-of-work (PoW) yang mengharuskan pengguna untuk memecahkan masalah matematika yang kompleks untuk memvalidasi transaksi dan menjaga jaringan tetap aman.

Namun, meskipun metode ini efektif, metode itu tidak terlalu efisien. Orang yang memecahkan masalah ini, yaitu miner, harus menghabiskan banyak uang dalam menyiapkan peralatan dan membayar listrik demi mendapatkan reward.

Sementara itu, proof-of-stake (PoS), sama sekali tidak melibatkan penambangan intensif yang energi seperti halnya PoW. Sebagai gantinya, validator menjalankan stake aset kripto mereka sendiri dan akan menerima reward dengan memvalidasi transaksi baru di blockchain. Pemenangnya dipilih secara acak untuk memvalidasi block baru, dan validator lain dapat membuktikan keakuratannya. Dan karena sistem ini memilih secara acak siapa yang dapat memvalidasi transaksi, daripada menggunakan mekanisme berbasis kompetisi seperti proof-of-work, sistem ini pun menggunakan lebih sedikit energi.

- Advertisement -

Baca Juga : Proyek NFT Perdana AFL Terjual Habis Dalam Waktu 12 Jam

Rencana The Merge sendiri terdiri dari tiga fase utama. Yang pertama adalah peluncuran Beacon Chain. Ini adalah blockchain PoS yang akan digunakan oleh jaringan Ethereum saat transisi dari PoW. Beacon Chain tersebut sudah beroperasi pada Desember 2020 dan berjalan secara paralel dengan chain Ethereum utama, yang disebut Mainnet.

Pada fase kedua, Mainnet dan Beacon Chain akan bergabung dan Ethereum akan mulai beroperasi sebagai blockchain PoS. Sedangkan pada fase terakhirnya adalah peningkatan ke “Ethereum 2.0” yang diharapkan akan selesai pada tahun depan. Dengan begitu, mereka akan memungkinkan adanya proses yang disebut ‘sharding‘ yang secara signifikan akan mengurangi kemacetan data dan biaya transaksi.

Sumber : economictimes.indiatimes.com

Illust -The Merge Ethereum Akan Jadi Salah Satu Peristiwa Kripto Terbesar di Tahun 2022
Sumber Asset: Flat futuristic nft concept created by freepik – www.freepik.com

Dalam beberapa bulan kedepan, blockchain kripto terbesar kedua, Ethereum, akan melakukan transisi protokol dari proof-of-work ke proof-of-stake. Transisi ini akan mengubah cara Ethereum dalam memproses transaksi yang ada di blockchain-nya. Langkah ini diharapkan dapat membuat jaringan tersebut menjadi lebih efisien, berkelanjutan, dan skalabel. Rencana transisi tersebut sudah sering dijadikan topik utama dalam berbagai media dan saat ini komunitas kripto telah memberikan julukan ‘The Merge.‘  

Sebelum membahas lebih jauh tentang The Merge, penting untuk memahami dua mekanisme konsensus kripto yang terlibat di dalamnya. Jadi, seperti halnya Bitcoin, Ethereum sebelumnya menggunakan protokol proof-of-work (PoW) yang mengharuskan pengguna untuk memecahkan masalah matematika yang kompleks untuk memvalidasi transaksi dan menjaga jaringan tetap aman.

Namun, meskipun metode ini efektif, metode itu tidak terlalu efisien. Orang yang memecahkan masalah ini, yaitu miner, harus menghabiskan banyak uang dalam menyiapkan peralatan dan membayar listrik demi mendapatkan reward.

Sementara itu, proof-of-stake (PoS), sama sekali tidak melibatkan penambangan intensif yang energi seperti halnya PoW. Sebagai gantinya, validator menjalankan stake aset kripto mereka sendiri dan akan menerima reward dengan memvalidasi transaksi baru di blockchain. Pemenangnya dipilih secara acak untuk memvalidasi block baru, dan validator lain dapat membuktikan keakuratannya. Dan karena sistem ini memilih secara acak siapa yang dapat memvalidasi transaksi, daripada menggunakan mekanisme berbasis kompetisi seperti proof-of-work, sistem ini pun menggunakan lebih sedikit energi.

Baca Juga : Proyek NFT Perdana AFL Terjual Habis Dalam Waktu 12 Jam

Rencana The Merge sendiri terdiri dari tiga fase utama. Yang pertama adalah peluncuran Beacon Chain. Ini adalah blockchain PoS yang akan digunakan oleh jaringan Ethereum saat transisi dari PoW. Beacon Chain tersebut sudah beroperasi pada Desember 2020 dan berjalan secara paralel dengan chain Ethereum utama, yang disebut Mainnet.

Pada fase kedua, Mainnet dan Beacon Chain akan bergabung dan Ethereum akan mulai beroperasi sebagai blockchain PoS. Sedangkan pada fase terakhirnya adalah peningkatan ke “Ethereum 2.0” yang diharapkan akan selesai pada tahun depan. Dengan begitu, mereka akan memungkinkan adanya proses yang disebut ‘sharding‘ yang secara signifikan akan mengurangi kemacetan data dan biaya transaksi.

Sumber : economictimes.indiatimes.com

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here