Token Native Bursa Crypto.com (CRO) Hampir Kembali Mencetak Titik Terendah

Illust Token Native Bursa Cryptocom CRO Hampir Kembali Mencetak Titik Terendah
Sumber Asset <a href=httpswwwfreepikcomfree vectorfinancial crisis business failure down arrow pressure shareholder 15437825htmquery=stock20decreaseposition=15from view=search>The financial crisis and business failure created by redgreystock wwwfreepikcom<a>

Harga token native Crypto.com CRO/USD melayang di sekitar harga $0,1051 setelah turun 4,92% pada beberapa hari terakhir. Alhasil, kerugian mingguan token mereka saat ini sudah mencapai 11,04%. Selain CRO, ada juga token native bursa kripto lainnya yang juga menghadapi aksi jual massal.

Contohnya seperti token BNB Binance yang turun 6%, serta token Huobi dan FTT yang telah kehilangan 3,04% dan 11% dalam seminggu terakhir. Tren tersebut dapat dikaitkan dengan aktivitas trading yang cukup rendah di tengah koreksi pasar yang berkepanjangan. Bahkan, saat ini, kapitalisasi pasar kripto juga sudah turun 3,7% menjadi $961 miliar.

Cronos sendiri secara resmi merupakan token native bursa aset kripto Crypto.com. Token tersebut mereka gunakan untuk pembayaran, trading, dan dalam layanan keuangan lainnya. Aset digital tersebut adalah aset Crypto.com yang merupakan salah satu bursa kripto yang pertumbuhannya termasuk yang paling cepat. Namun, CRO tetap bearish meskipun bursa mereka baru-baru ini menambahkan dukungan untuk aset asli dari platform NFT-nya.

Dalam kesepakatan tersebut, pengguna dapat memperdagangkan token native “Minted,” Startup Cronos Labs. Entitas tersebut memungkinkan adanya pencatatan dan pembelian lebih dari 10 juta NFT di blockchain CRO dan Ethereum. Terlepas dari semua pencapaiannya itu, aspek fundamental lain yang menghambat CRO sendiri terkait dengan masalah regulasi.

- Advertisement -

Baca juga: FTX Membeli Aset Voyager Digital yang Terancam Bangkrut

Pasalahnya, bursa tersebut baru-baru ini dipaksa untuk menghentikan kesepakatan sponsor liga UEFA mereka yang bernilai $500 juta. Crypto.com, yang telah dikenal bekerja sama dengan perusahaan olahraga, saat itu pun menjelaskan bahwa mereka terkendala karena regulasi yang berlaku. Prospek teknikalnya juga tidak terlihat bagus.

Menurut grafik harian dari TradingView, CRO telah diperdagangkan pada tren lower highs dan lower lows. Token tersebut berpindah dari $0,1557 pada 13 Agustus ke harga saat ini di titik $0,1051. Dengan kata lain, mereka mengalami penurunan sebanyak 32%. Tekanan yang membuat mereka bergerak ke bawah pun telah memaksa harga CRO turun di bawah rata-rata pada pergerakannya selama 20 hari dan 50 hari.

Sumber: coinjournal.net 

Illust Token Native Bursa Cryptocom CRO Hampir Kembali Mencetak Titik Terendah
Sumber Asset <a href=httpswwwfreepikcomfree vectorfinancial crisis business failure down arrow pressure shareholder 15437825htmquery=stock20decreaseposition=15from view=search>The financial crisis and business failure created by redgreystock wwwfreepikcom<a>

Harga token native Crypto.com CRO/USD melayang di sekitar harga $0,1051 setelah turun 4,92% pada beberapa hari terakhir. Alhasil, kerugian mingguan token mereka saat ini sudah mencapai 11,04%. Selain CRO, ada juga token native bursa kripto lainnya yang juga menghadapi aksi jual massal.

Contohnya seperti token BNB Binance yang turun 6%, serta token Huobi dan FTT yang telah kehilangan 3,04% dan 11% dalam seminggu terakhir. Tren tersebut dapat dikaitkan dengan aktivitas trading yang cukup rendah di tengah koreksi pasar yang berkepanjangan. Bahkan, saat ini, kapitalisasi pasar kripto juga sudah turun 3,7% menjadi $961 miliar.

Cronos sendiri secara resmi merupakan token native bursa aset kripto Crypto.com. Token tersebut mereka gunakan untuk pembayaran, trading, dan dalam layanan keuangan lainnya. Aset digital tersebut adalah aset Crypto.com yang merupakan salah satu bursa kripto yang pertumbuhannya termasuk yang paling cepat. Namun, CRO tetap bearish meskipun bursa mereka baru-baru ini menambahkan dukungan untuk aset asli dari platform NFT-nya.

Dalam kesepakatan tersebut, pengguna dapat memperdagangkan token native “Minted,” Startup Cronos Labs. Entitas tersebut memungkinkan adanya pencatatan dan pembelian lebih dari 10 juta NFT di blockchain CRO dan Ethereum. Terlepas dari semua pencapaiannya itu, aspek fundamental lain yang menghambat CRO sendiri terkait dengan masalah regulasi.

Baca juga: FTX Membeli Aset Voyager Digital yang Terancam Bangkrut

Pasalahnya, bursa tersebut baru-baru ini dipaksa untuk menghentikan kesepakatan sponsor liga UEFA mereka yang bernilai $500 juta. Crypto.com, yang telah dikenal bekerja sama dengan perusahaan olahraga, saat itu pun menjelaskan bahwa mereka terkendala karena regulasi yang berlaku. Prospek teknikalnya juga tidak terlihat bagus.

Menurut grafik harian dari TradingView, CRO telah diperdagangkan pada tren lower highs dan lower lows. Token tersebut berpindah dari $0,1557 pada 13 Agustus ke harga saat ini di titik $0,1051. Dengan kata lain, mereka mengalami penurunan sebanyak 32%. Tekanan yang membuat mereka bergerak ke bawah pun telah memaksa harga CRO turun di bawah rata-rata pada pergerakannya selama 20 hari dan 50 hari.

Sumber: coinjournal.net 

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here