UE akan Segera Memberikan Suaranya Terkait Pelarangan Proof-of-Work

Presiden Bank Sentral Eropa (ECB), Christine Lagarde, baru-baru ini meminta agar undang-undang cryptocurrency untuk diratifikasi sesegera mungkin. Namun, penggemar crypto kemungkinan akan kecewa dengan hasilnya, lantaran regulasi Markets in Crypto Assets (MiCA), masih memiliki ketentuan yang melarang penggunaan crypto proof-of-work (PoW).

Draf sebelumnya dari MiCA memasukkan larangan aset digital yang menggunakan PoW, metode konsensus yang dikenal tidak ramah lingkungan. Bagian ini kemudian dicabut sebagai tanggapan atas protes dari komunitas crypto. Namun, klausul serupa pun masuk dalam rancangan saat ini dengan penulisan yang diperhalus.

Dikatakan bahwa aset crypto “harus tunduk pada standar minimum kelestarian lingkungan sehubungan dengan mekanisme konsensus yang mereka gunakan untuk memvalidasi transaksi, sebelum diterbitkan, dipasarkan, atau diizinkan untuk diperdagangkan di UE.” Operasi skala kecil dapat dikecualikan dari klausul tersebut, namun tidak jelas apa yang dianggap kecil oleh Uni Eropa.

Bitcoin, Ethereum, dan bahkan koin meme populer Dogecoin semuanya menggunakan algoritma konsensus PoW. Prosesnya membutuhkan sejumlah besar komputer untuk memecahkan masalah kompleks. Proses itu dilakukan untuk memvalidasi transaksi jaringan dan menghasilkan imbalan kripto ke sistem yang mendapatkan solusi tercepat.

- Advertisement -

Baca juga Proof of Activity (PoA) Menawarkan Keamanan Berlapis dengan Menggabungkan PoW dan PoS

PoW telah dipuji sebagai metodologi yang layak untuk mengamankan blockchain dan mencegah aktor jahat memverifikasi transaksi palsu. Perlu dicatat bahwa Ethereum dan DOGE sedang dalam rencana untuk beralih ke PoS.

Terlepas dari kelebihannya, sistem ini memiliki kelemahan utama: Membutuhkan banyak energi untuk menjalankan komputer atau mesin penambangan. Negara-negara di seluruh dunia dan di UE berupaya untuk mengurangi emisi, sehingga, pelarangan Proof-of-Work telah menjadi prioritas utama bagi pembuat kebijakan. Pada November tahun lalu, otoritas Swedia, dalam sebuah surat merekomendasikan larangan penambangan kripto di UE.

Reaksi beragam pun telah bermunculan atas pengumuman MiCA. Pierre Person, legislator Prancis dan anggota Komisi Hukum, menyuarakan keprihatinannya terkait dampak rancangan tersebut dalam sebuah tweet.

Menurut anggota parlemen tersebut, jika proposal MiCA menjadi undang-undang, UE akan tertinggal dalam hal daya saing global. Person percaya bahwa, para penambang Bitcoin dapat dibujuk untuk hanya mengandalkan energi terbarukan melimpah untuk memenuhi kebutuhan daya mereka dalam jangka panjang.

Digiconomist, di sisi lain, tampaknya tidak setuju dengan penilaian ini. Digiconomist menanggapi Person dengan menyatakan bahwa menempatkan tuntutan seperti itu di grid hanya meningkatkan ketergantungan industri lain pada bahan bakar fosil. Mereka mencatat bahwa “Bitcoin menjadi kurang ramah lingkungan dibandingkan tahun sebelumnya.”

Sumber: https://zycrypto.com/pow-eu-is-set-to-vote-on-whether-or-not-it-intends-to-ban-bitcoin-and-ethereum/

Presiden Bank Sentral Eropa (ECB), Christine Lagarde, baru-baru ini meminta agar undang-undang cryptocurrency untuk diratifikasi sesegera mungkin. Namun, penggemar crypto kemungkinan akan kecewa dengan hasilnya, lantaran regulasi Markets in Crypto Assets (MiCA), masih memiliki ketentuan yang melarang penggunaan crypto proof-of-work (PoW).

Draf sebelumnya dari MiCA memasukkan larangan aset digital yang menggunakan PoW, metode konsensus yang dikenal tidak ramah lingkungan. Bagian ini kemudian dicabut sebagai tanggapan atas protes dari komunitas crypto. Namun, klausul serupa pun masuk dalam rancangan saat ini dengan penulisan yang diperhalus.

Dikatakan bahwa aset crypto “harus tunduk pada standar minimum kelestarian lingkungan sehubungan dengan mekanisme konsensus yang mereka gunakan untuk memvalidasi transaksi, sebelum diterbitkan, dipasarkan, atau diizinkan untuk diperdagangkan di UE.” Operasi skala kecil dapat dikecualikan dari klausul tersebut, namun tidak jelas apa yang dianggap kecil oleh Uni Eropa.

Bitcoin, Ethereum, dan bahkan koin meme populer Dogecoin semuanya menggunakan algoritma konsensus PoW. Prosesnya membutuhkan sejumlah besar komputer untuk memecahkan masalah kompleks. Proses itu dilakukan untuk memvalidasi transaksi jaringan dan menghasilkan imbalan kripto ke sistem yang mendapatkan solusi tercepat.

Baca juga Proof of Activity (PoA) Menawarkan Keamanan Berlapis dengan Menggabungkan PoW dan PoS

PoW telah dipuji sebagai metodologi yang layak untuk mengamankan blockchain dan mencegah aktor jahat memverifikasi transaksi palsu. Perlu dicatat bahwa Ethereum dan DOGE sedang dalam rencana untuk beralih ke PoS.

Terlepas dari kelebihannya, sistem ini memiliki kelemahan utama: Membutuhkan banyak energi untuk menjalankan komputer atau mesin penambangan. Negara-negara di seluruh dunia dan di UE berupaya untuk mengurangi emisi, sehingga, pelarangan Proof-of-Work telah menjadi prioritas utama bagi pembuat kebijakan. Pada November tahun lalu, otoritas Swedia, dalam sebuah surat merekomendasikan larangan penambangan kripto di UE.

Reaksi beragam pun telah bermunculan atas pengumuman MiCA. Pierre Person, legislator Prancis dan anggota Komisi Hukum, menyuarakan keprihatinannya terkait dampak rancangan tersebut dalam sebuah tweet.

Menurut anggota parlemen tersebut, jika proposal MiCA menjadi undang-undang, UE akan tertinggal dalam hal daya saing global. Person percaya bahwa, para penambang Bitcoin dapat dibujuk untuk hanya mengandalkan energi terbarukan melimpah untuk memenuhi kebutuhan daya mereka dalam jangka panjang.

Digiconomist, di sisi lain, tampaknya tidak setuju dengan penilaian ini. Digiconomist menanggapi Person dengan menyatakan bahwa menempatkan tuntutan seperti itu di grid hanya meningkatkan ketergantungan industri lain pada bahan bakar fosil. Mereka mencatat bahwa “Bitcoin menjadi kurang ramah lingkungan dibandingkan tahun sebelumnya.”

Sumber: https://zycrypto.com/pow-eu-is-set-to-vote-on-whether-or-not-it-intends-to-ban-bitcoin-and-ethereum/

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here