Ukraina Meluncurkan Museum Perang NFT di Ethereum dan Polygon

Kementerian Transformasi Digital Ukraina baru-baru ini mengumumkan peluncuran ‘Meta History Museum of War,’ yang hanya akan memamerkan NFT.

“Museum” NFT tersebut bukanlah sebuah bangunan melainkan sebuah situs web. Koleksinya, yang dibuat dengan bantuan kementerian, mendokumentasikan peristiwa terkini dalam perang antara Rusia dan Ukraina, termasuk perspektif pribadi dari seniman digital Ukraina dan internasional.

Semua yang ada di situs ini dibuat untuk dijual, dan setiap gambar terhubung ke NFT yang dicetak oleh platform Fair NFT. Platform ini berjalan di blockchain Ethereum dan jaringan Polygon. Namun, semua foto akan tetap disembunyikan hingga item tersebut terjual. Artinya pembeli tidak mengetahui apa yang mereka beli sampai transaksi dilakukan. Seperti yang dikatakan museum, “dengan membeli MetaHistory, Anda mengungkap kebenaran.”

Setiap NFT dalam koleksi “Warline” dibrandrol dengan harga 0,15 ETH (sekitar $468), dengan aset yang dijual dalam urutan kronologis gambar. Mykhailo Fedorov, Wakil Perdana Menteri Ukraina dan Menteri Transformasi Digital, mengatakan platform baru tersebut sebagai “tempat untuk melestarikan kenangan perang” dan untuk “merayakan identitas dan kebebasan Ukraina.”

- Advertisement -

Baca juga Aavegotchi Memperkenalkan Metaverse Gaming NFT Terbaru

Pendapatan dari penjualan NFT akan dikirim langsung ke akun cryptocurrency resmi Kementerian Transformasi Digital untuk mendanai bantuan tentara dan sipil.

Sejak invasi Rusia dimulai, negara tersebut telah menerima lebih dari $100 juta dalam bentuk sumbangan cryptocurrency. Sebagian besar, menurut data Merkle Science, telah diarahkan langsung kepada pemerintah Ukraina. UkrainaDAO mengumpulkan $6,75 juta dalam bentuk ETH awal bulan Maret, dengan penjualan NFT yang menampilkan bendera Ukraina.

“NFT telah menunjukkan kepada dunia betapa kuatnya komunitas, serta betapa pentingnya memiliki suara dari banyak perspektif,” tulis Fair dalam posting blog.

Sumber: Decrypt

Kementerian Transformasi Digital Ukraina baru-baru ini mengumumkan peluncuran ‘Meta History Museum of War,’ yang hanya akan memamerkan NFT.

“Museum” NFT tersebut bukanlah sebuah bangunan melainkan sebuah situs web. Koleksinya, yang dibuat dengan bantuan kementerian, mendokumentasikan peristiwa terkini dalam perang antara Rusia dan Ukraina, termasuk perspektif pribadi dari seniman digital Ukraina dan internasional.

Semua yang ada di situs ini dibuat untuk dijual, dan setiap gambar terhubung ke NFT yang dicetak oleh platform Fair NFT. Platform ini berjalan di blockchain Ethereum dan jaringan Polygon. Namun, semua foto akan tetap disembunyikan hingga item tersebut terjual. Artinya pembeli tidak mengetahui apa yang mereka beli sampai transaksi dilakukan. Seperti yang dikatakan museum, “dengan membeli MetaHistory, Anda mengungkap kebenaran.”

Setiap NFT dalam koleksi “Warline” dibrandrol dengan harga 0,15 ETH (sekitar $468), dengan aset yang dijual dalam urutan kronologis gambar. Mykhailo Fedorov, Wakil Perdana Menteri Ukraina dan Menteri Transformasi Digital, mengatakan platform baru tersebut sebagai “tempat untuk melestarikan kenangan perang” dan untuk “merayakan identitas dan kebebasan Ukraina.”

Baca juga Aavegotchi Memperkenalkan Metaverse Gaming NFT Terbaru

Pendapatan dari penjualan NFT akan dikirim langsung ke akun cryptocurrency resmi Kementerian Transformasi Digital untuk mendanai bantuan tentara dan sipil.

Sejak invasi Rusia dimulai, negara tersebut telah menerima lebih dari $100 juta dalam bentuk sumbangan cryptocurrency. Sebagian besar, menurut data Merkle Science, telah diarahkan langsung kepada pemerintah Ukraina. UkrainaDAO mengumpulkan $6,75 juta dalam bentuk ETH awal bulan Maret, dengan penjualan NFT yang menampilkan bendera Ukraina.

“NFT telah menunjukkan kepada dunia betapa kuatnya komunitas, serta betapa pentingnya memiliki suara dari banyak perspektif,” tulis Fair dalam posting blog.

Sumber: Decrypt

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here