Yuan Digital China Diluncurkan, Akankah Popularitas Bitcoin Bergeser?

Yuan digital China siap untuk diluncurkan di kancah global pada minggu ini. Untuk pertama kalinya, mata uang digital ini akan digunakan oleh pihak yang berpartisipasi dalam Olimpiade Beijing. Dalam hal ini, yuan digital dapat diakses melalui aplikasi smartphone. Berbeda dengan aplikasi pembayaran lainnya, aplikasi ini merupakan versi digital dari renminbi yang dikeluarkan People’s Bank of China.

Yuan digital telah diujikan di berbagai kota di China dan digunakan dalam transaksi senilai lebih dari $8 miliar pada paruh kedua tahun 2021. Upaya ini mendorong negara lain untuk menjadi fokus kepada mata uang digital mereka sendiri. Hampir 90% negara secara aktif mengeksplorasi central bank digital curency (CBDC), menurut Dewan Atlantik.

Beberapa orang berpendapat bahwa CBDC akan menghilangkan kebutuhan cryptocurrency seperti Bitcoin. namun sebaliknya, munculnya CBDC menyoroti pentingnya cryptocurrency terdesentralisasi yang relatif pribadi dan tidak dikendalikan pemerintah mana pun.

Sementara itu, CBDC menawarkan kemudahan dan efisiensi. Sedangkan privasi, bukan merupakan satu aspek yang dipertimbangkan. Sehingga, pemerintah akan dapat melacak WeChat dan Alipay. Hal ini karena pemerintah memiliki akses langsung kepada data di dalam jaringan, atau dengan kata lain, pemerintah memiliki akses ke ruang digital.

- Advertisement -

Baca juga Setelah CBDC India Diterapkan pada Tahun Fiskal Berikutnya, Pendapatan Kripto akan Dikenakan Pajak 30%

CBDC menawarkan pendekatan yang berbeda secara fundamental. Bitcoin diperkenalkan setelah krisis keuangan tahun 2008, mengakibatkan manusia tidak bergantung dengan kontrol pemerintah atau bank. Transaksi Bitcoin disimpan dalam buku besar (ledger) terdesentralisasi, blockchain. Sehingga, jaringan terbebas dari belenggu pemerintah.

Pada akhirnya, Yuan digital China dapat menjadi alat transaksi utama negara tersebut. Hal tersebut dengan tegas disampaikan oleh Victor Gaoo selaku ketua profesor di Universitas Soochow China melalui sebuah wawancara.

Negara-negara lain seperti Amerika Serikat mungkin tidak dapat menunggu lebih lama untuk meluncurkan CBDC mereka sendiri. Akan tetapi, mata uang digital yang didukung pemerintah seharusnya tidak berkuasa. Dalam hal ini, cryptocurrency lain diperlukan untuk melestarikan bentuk uang digital yang independen dan relatif pribadi, di mana transaksi menjadi lebih mudah bagi pemerintah, terutama terkait pelacakan dan pengontrolan.

https://amp.cnn.com/cnn/2022/02/04/perspectives/china-digital-yuan-cryptocurrency-bitcoin/index.html

Yuan digital China siap untuk diluncurkan di kancah global pada minggu ini. Untuk pertama kalinya, mata uang digital ini akan digunakan oleh pihak yang berpartisipasi dalam Olimpiade Beijing. Dalam hal ini, yuan digital dapat diakses melalui aplikasi smartphone. Berbeda dengan aplikasi pembayaran lainnya, aplikasi ini merupakan versi digital dari renminbi yang dikeluarkan People’s Bank of China.

Yuan digital telah diujikan di berbagai kota di China dan digunakan dalam transaksi senilai lebih dari $8 miliar pada paruh kedua tahun 2021. Upaya ini mendorong negara lain untuk menjadi fokus kepada mata uang digital mereka sendiri. Hampir 90% negara secara aktif mengeksplorasi central bank digital curency (CBDC), menurut Dewan Atlantik.

Beberapa orang berpendapat bahwa CBDC akan menghilangkan kebutuhan cryptocurrency seperti Bitcoin. namun sebaliknya, munculnya CBDC menyoroti pentingnya cryptocurrency terdesentralisasi yang relatif pribadi dan tidak dikendalikan pemerintah mana pun.

Sementara itu, CBDC menawarkan kemudahan dan efisiensi. Sedangkan privasi, bukan merupakan satu aspek yang dipertimbangkan. Sehingga, pemerintah akan dapat melacak WeChat dan Alipay. Hal ini karena pemerintah memiliki akses langsung kepada data di dalam jaringan, atau dengan kata lain, pemerintah memiliki akses ke ruang digital.

Baca juga Setelah CBDC India Diterapkan pada Tahun Fiskal Berikutnya, Pendapatan Kripto akan Dikenakan Pajak 30%

CBDC menawarkan pendekatan yang berbeda secara fundamental. Bitcoin diperkenalkan setelah krisis keuangan tahun 2008, mengakibatkan manusia tidak bergantung dengan kontrol pemerintah atau bank. Transaksi Bitcoin disimpan dalam buku besar (ledger) terdesentralisasi, blockchain. Sehingga, jaringan terbebas dari belenggu pemerintah.

Pada akhirnya, Yuan digital China dapat menjadi alat transaksi utama negara tersebut. Hal tersebut dengan tegas disampaikan oleh Victor Gaoo selaku ketua profesor di Universitas Soochow China melalui sebuah wawancara.

Negara-negara lain seperti Amerika Serikat mungkin tidak dapat menunggu lebih lama untuk meluncurkan CBDC mereka sendiri. Akan tetapi, mata uang digital yang didukung pemerintah seharusnya tidak berkuasa. Dalam hal ini, cryptocurrency lain diperlukan untuk melestarikan bentuk uang digital yang independen dan relatif pribadi, di mana transaksi menjadi lebih mudah bagi pemerintah, terutama terkait pelacakan dan pengontrolan.

https://amp.cnn.com/cnn/2022/02/04/perspectives/china-digital-yuan-cryptocurrency-bitcoin/index.html

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here