Ketertarikan Goldman Sachs dan Wall Street Bank terhadap Teknologi Blockchain

Menurut penuturan Goldman Sachs, teknologi kripto akan menjadi inti dari metaverse, lantaran dapat memberikan kemungkinan bagi individu untuk memiliki objek digital dengan aman di beberapa dunia virtual. Melalui sebuah laporan pada 14 Desember, analis bank Wall Street tersebut memuji teknologi blockchain sebagai salah satu revolusi teknologi paling berpengaruh di dunia digital.

Metaverse merupakan frasa luas yang mengacu pada lingkungan virtual di mana individu dapat bermain, bekerja, berinteraksi, dan sebagainya. Terkait hal tersebut, Facebook memutuskan untuk mengubah namanya menjadi Meta dan berfokus pada penciptaan dunia virtual, yang diklaim sebagai masa depan internet.

Baca juga Integrasi Rarible dan Tezos dalam Menciptakan Platform Blockchain Berbiaya Rendah dan Hemat Energi

Para pengguna berbondong-bondong menuju game metaverse yang berfokus pada kripto seperti Axie Infinity dan The Sandbox dalam beberapa bulan terakhir. Di dalamnya terdapat kegiatan ekonomi dalam sebuah game yang memanfaatkan cryptocurrency dan memungkinkan pengguna untuk memproduksi dan menukar produk dalam bentuk NFT sebagai koleksi yang aman.

- Advertisement -

Teknologi kripto menjadi menarik karena memungkinkan pengguna untuk memiliki aset atau barang dengan aman dan memindahkannya antar platform tanpa perlu persetujuan dari entitas pusat. Misalnya Sandbox yang didasarkan pada jaringan Ethereum memungkinkan pemain untuk melakukan transaksi dalam game dan NFT di pasar non-metaverse seperti OpenSea.

Di sisi lain, terlepas dari kenyataan bahwa Meta telah merilis versi awal mereka, belum terdapat kepastian bahwa teknologi blockchain terdesentralisasi akan memainkan peran penting. Beberapa pihak khawatir bahwa pengaruh keuangan perusahaan dan media sosial akan membuatnya mendapatkan kendali atas metaverse. Sehingga dapat mengendalikan penciptaan dan perdagangan dengan ketat.

Beberapa pihak juga turut curiga dengan konsep metaverse yang menunjukkan bahwa dunia virtual sebelumnya seperti Second Life telah ada selama bertahun-tahun dan peralatan realitas virtual tidak pernah benar-benar diluncurkan. Meskipun Goldman Sachs menganggap bahwa masih terlalu dini untuk mengembangkan strategi investasi yang jelas seputar teknologi blockchain, secara umum Wall Street menunjukkan antusiasmenya terhadap teknologi tersebut.

Mengingat teknologi blockchain dapat meningkatkan privasi internet dan menghilangkan kebutuhan akan kontrol terpusat di berbagai bisnis, termasuk manajemen rantai pasokan.

Sumber: https://markets.businessinsider.com/news/currencies/metaverse-crypto-blockchain-goldman-sachs-sandbox-axie-facebook-meta-nfts-2021-12

Menurut penuturan Goldman Sachs, teknologi kripto akan menjadi inti dari metaverse, lantaran dapat memberikan kemungkinan bagi individu untuk memiliki objek digital dengan aman di beberapa dunia virtual. Melalui sebuah laporan pada 14 Desember, analis bank Wall Street tersebut memuji teknologi blockchain sebagai salah satu revolusi teknologi paling berpengaruh di dunia digital.

Metaverse merupakan frasa luas yang mengacu pada lingkungan virtual di mana individu dapat bermain, bekerja, berinteraksi, dan sebagainya. Terkait hal tersebut, Facebook memutuskan untuk mengubah namanya menjadi Meta dan berfokus pada penciptaan dunia virtual, yang diklaim sebagai masa depan internet.

Baca juga Integrasi Rarible dan Tezos dalam Menciptakan Platform Blockchain Berbiaya Rendah dan Hemat Energi

Para pengguna berbondong-bondong menuju game metaverse yang berfokus pada kripto seperti Axie Infinity dan The Sandbox dalam beberapa bulan terakhir. Di dalamnya terdapat kegiatan ekonomi dalam sebuah game yang memanfaatkan cryptocurrency dan memungkinkan pengguna untuk memproduksi dan menukar produk dalam bentuk NFT sebagai koleksi yang aman.

Teknologi kripto menjadi menarik karena memungkinkan pengguna untuk memiliki aset atau barang dengan aman dan memindahkannya antar platform tanpa perlu persetujuan dari entitas pusat. Misalnya Sandbox yang didasarkan pada jaringan Ethereum memungkinkan pemain untuk melakukan transaksi dalam game dan NFT di pasar non-metaverse seperti OpenSea.

Di sisi lain, terlepas dari kenyataan bahwa Meta telah merilis versi awal mereka, belum terdapat kepastian bahwa teknologi blockchain terdesentralisasi akan memainkan peran penting. Beberapa pihak khawatir bahwa pengaruh keuangan perusahaan dan media sosial akan membuatnya mendapatkan kendali atas metaverse. Sehingga dapat mengendalikan penciptaan dan perdagangan dengan ketat.

Beberapa pihak juga turut curiga dengan konsep metaverse yang menunjukkan bahwa dunia virtual sebelumnya seperti Second Life telah ada selama bertahun-tahun dan peralatan realitas virtual tidak pernah benar-benar diluncurkan. Meskipun Goldman Sachs menganggap bahwa masih terlalu dini untuk mengembangkan strategi investasi yang jelas seputar teknologi blockchain, secara umum Wall Street menunjukkan antusiasmenya terhadap teknologi tersebut.

Mengingat teknologi blockchain dapat meningkatkan privasi internet dan menghilangkan kebutuhan akan kontrol terpusat di berbagai bisnis, termasuk manajemen rantai pasokan.

Sumber: https://markets.businessinsider.com/news/currencies/metaverse-crypto-blockchain-goldman-sachs-sandbox-axie-facebook-meta-nfts-2021-12

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here