Cara Terra Membuka Pintu Menuju Masa Depan Terdesentralisasi

Listen Audio Button

Stablecoin Terra, TerraUSD (UST), telah mengubah berbagai hal selama beberapa minggu terakhir ini. Di ruang kripto, UST berusaha menjadi standar dasar yang menggantikan dolar Amerika (USD), dan ada kemungkinan yang adil bahwa stablecoin UST akan mampu membuka peluang di masa depan ruang terdesentralisasi dan kripto.

Terra UST dan Tantangannya

Meskipun USDT (Tether) dan USDC (USD Coin) memiliki permintaan dan pasokan yang jauh lebih tinggi, alasan mengapa UST memiliki peluang menjadi mata uang masa depan adalah dua faktor yang memisahkannya dari dua stablecoin tersebut. UST adalah stablecoin desentralisasi dan memiliki kemandirian dari dolar.

- Advertisement -

Itulah poin cryptocurrency bahwa aset tersebut tidak dapat dan tidak boleh dikendalikan oleh satu entitas tunggal. USDT dan USDC keduanya dikelola secara terpusat oleh Bitfinex dan Circle. Sementara USDC lebih dikenal karena transparansinya, Bitfinex menuai beberapa kritikan karena kurangnya keamanan serta insiden manipulasi harga di masa lalu.

Bitfinex dan Circle merupakan lingkup sentralisasi, ada kemungkinan bahwa sentralisasi akan mendorong perusahaan induk untuk memanipulasi harga stablecoin. Faktor kedua adalah kedua stablecoin tersebut dijamin dengan dolar AS dan dicetak oleh pemiliknya masing-masing.

Baca juga Acala, Anchor Bergabung untuk Menyatukan Ekosistem DeFi Terra dan Polkadot

UST menghilangkan ketergantungan ini dengan menyesuaikan secara algoritme pasokan dari total UST yang dicetak oleh pemegang token LUNA. Karena UST melacak harga dolar, stablecoin desentralisasi ini masih berfungsi dengan cara yang sama seperti cara kerja USDT dan USDC.

Namun demikian, stablecoin UST masih menghadapi beberapa reaksi juga. Stablecoin algoritmik dianggap jauh lebih menantang untuk diawasi oleh regulator, para kritikus bahkan percaya bahwa akan selalu ada ketidakpastian pada keberadaan dan stablilitasnya karena stablecoin semacam itu hanya memegang nilai selama investor masih melakukan transaksi jual-beli.

Fungsionalitas Cryptocurrency Menuju Desentralisasi

Pada dasarnya pasar cryptocurrency beroperasi dengan dasar fungsionalitasnya, terutama Bitcoin yang ditetapkan berdasarkan kelangkaannya. Lambat laun, UST akan menjadi kandidat utama dikategorinya.

Baru-baru ini, Binance.US meluncurkan UST sebagai pasangan likuiditas BTC/UST (Bitcoin dan Terra). Ini adalah bukti bahwa UST tidak hanya menemukan adanya peningkatan permintaan, tetapi juga utilitas. Potensi UST menjadi stablecoin yang terdesentraliasi dan tidak bergantung pada dolar akan terwujud dengan baik. Ini akan mendorong Terra sebagai pintu menuju masa depan yang terdesentralisasi.

Sumber: Ambcrypto

Listen Audio Button

Stablecoin Terra, TerraUSD (UST), telah mengubah berbagai hal selama beberapa minggu terakhir ini. Di ruang kripto, UST berusaha menjadi standar dasar yang menggantikan dolar Amerika (USD), dan ada kemungkinan yang adil bahwa stablecoin UST akan mampu membuka peluang di masa depan ruang terdesentralisasi dan kripto.

Terra UST dan Tantangannya

Meskipun USDT (Tether) dan USDC (USD Coin) memiliki permintaan dan pasokan yang jauh lebih tinggi, alasan mengapa UST memiliki peluang menjadi mata uang masa depan adalah dua faktor yang memisahkannya dari dua stablecoin tersebut. UST adalah stablecoin desentralisasi dan memiliki kemandirian dari dolar.

Itulah poin cryptocurrency bahwa aset tersebut tidak dapat dan tidak boleh dikendalikan oleh satu entitas tunggal. USDT dan USDC keduanya dikelola secara terpusat oleh Bitfinex dan Circle. Sementara USDC lebih dikenal karena transparansinya, Bitfinex menuai beberapa kritikan karena kurangnya keamanan serta insiden manipulasi harga di masa lalu.

Bitfinex dan Circle merupakan lingkup sentralisasi, ada kemungkinan bahwa sentralisasi akan mendorong perusahaan induk untuk memanipulasi harga stablecoin. Faktor kedua adalah kedua stablecoin tersebut dijamin dengan dolar AS dan dicetak oleh pemiliknya masing-masing.

Baca juga Acala, Anchor Bergabung untuk Menyatukan Ekosistem DeFi Terra dan Polkadot

UST menghilangkan ketergantungan ini dengan menyesuaikan secara algoritme pasokan dari total UST yang dicetak oleh pemegang token LUNA. Karena UST melacak harga dolar, stablecoin desentralisasi ini masih berfungsi dengan cara yang sama seperti cara kerja USDT dan USDC.

Namun demikian, stablecoin UST masih menghadapi beberapa reaksi juga. Stablecoin algoritmik dianggap jauh lebih menantang untuk diawasi oleh regulator, para kritikus bahkan percaya bahwa akan selalu ada ketidakpastian pada keberadaan dan stablilitasnya karena stablecoin semacam itu hanya memegang nilai selama investor masih melakukan transaksi jual-beli.

Fungsionalitas Cryptocurrency Menuju Desentralisasi

Pada dasarnya pasar cryptocurrency beroperasi dengan dasar fungsionalitasnya, terutama Bitcoin yang ditetapkan berdasarkan kelangkaannya. Lambat laun, UST akan menjadi kandidat utama dikategorinya.

Baru-baru ini, Binance.US meluncurkan UST sebagai pasangan likuiditas BTC/UST (Bitcoin dan Terra). Ini adalah bukti bahwa UST tidak hanya menemukan adanya peningkatan permintaan, tetapi juga utilitas. Potensi UST menjadi stablecoin yang terdesentraliasi dan tidak bergantung pada dolar akan terwujud dengan baik. Ini akan mendorong Terra sebagai pintu menuju masa depan yang terdesentralisasi.

Sumber: Ambcrypto

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here