SEC Melakukan Penyelidikan atas Dugaan Listing Sekuritas di Coinbase

Illust - SEC Melakukan Penyelidikan atas Dugaan Listing Sekuritas di Coinbase
Sumber Asset: Lawyer justice law composition created by macrovector – www.freepik.com

Coinbase, bursa aset kripto yang berbasis di San Francisco, saat ini tengah bersitegang dengan Securities and Exchange Commission (SEC). Pasalnya, regulator tersebut sedang memastikan apakah Coinbase telah mengizinkan pengguna Amerika untuk memperdagangkan sekuritas yang tidak teregistrasi di platform-nya.

Menurut laporan Bloomberg pada hari Selasa, SEC AS sudah memulai investigasinya pada beberapa aset digital yang terdaftar di Coinbase. Sebelumnya, SEC juga memprakarsai penyelidikan terkait kasus insider trading pada minggu lalu. Saat itu, pengawas sekuritas tersebut menuduh bahwa seorang mantan manajer Coinbase telah membocorkan informasi untuk membantu saudaranya dan seorang temannya untuk membeli token tepat sebelum token tersebut terdaftar di bursa tersebut.

Meskipun SEC tidak mengajukan tuntutan apapun terhadap bursa kripto tersebut, mereka telah mengklaim telah mengidentifikasi sembilan token yang memiliki karakteristik sekuritas dengan Howey Test. Dan saat ini, tujuh dari sembilan aset kripto tersebut masih tersedia di Coinbase. Di sisi lain, ketua SEC, Gary Gensler, menyarankan agar Coinbase melakukan registrasi ke agensi tersebut sebagai bursa efek karena beberapa aset digital yang telah mereka listing itu. 

Namun, Coinbase dengan keras membantah tuduhan sekuritas ini dan memberikan pembelaan atas tindakannya. Chief Legal Officer (CLO) bursa tersebut, yaitu Paul Grewal menegaskannya kembali di Twitter dengan mengatakan bahwa mereka yakin bahwa proses seleksi yang ketat pada aset-aset yang sudah ditinjau SEC akan menjauhkan segala macam sekuritas dari platform mereka. Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa Coinbase berharap dapat bekerjasama dengan SEC untuk menyelesaikan masalah ini.

- Advertisement -

Baca Juga : Bursa Kripto KuCoin Berhasil Mendapatkan Investasi $10 Juta dari SIG

Selain itu, pada pekan lalu, Grewal juga telah menerbitkan artikel yang ma inti pembahasannya adalah Coinbase tidak melakukan listing sekuritas di platform-nya. Sebelum itu, bursa tersebut juga telah mengirim petisi ke SEC yang meminta regulator tersebut untuk merumuskan regulasi yang baru untuk sekuritas kripto.

Terlepas dari hal tersebut, SEC sendiri sebelumnya pernah mengatakan bahwa bitcoin dan ethereum tidak memenuhi syarat sebagai sekuritas. Namun, SEC AS itu mengklaim bahwa aset kripto XRP Ripple adalah sekuritas ketika mereka mengajukan gugatan bernilai miliaran dolar pada Desember 2020 lalu.

Sumber : zycrypto.com 

Illust - SEC Melakukan Penyelidikan atas Dugaan Listing Sekuritas di Coinbase
Sumber Asset: Lawyer justice law composition created by macrovector – www.freepik.com

Coinbase, bursa aset kripto yang berbasis di San Francisco, saat ini tengah bersitegang dengan Securities and Exchange Commission (SEC). Pasalnya, regulator tersebut sedang memastikan apakah Coinbase telah mengizinkan pengguna Amerika untuk memperdagangkan sekuritas yang tidak teregistrasi di platform-nya.

Menurut laporan Bloomberg pada hari Selasa, SEC AS sudah memulai investigasinya pada beberapa aset digital yang terdaftar di Coinbase. Sebelumnya, SEC juga memprakarsai penyelidikan terkait kasus insider trading pada minggu lalu. Saat itu, pengawas sekuritas tersebut menuduh bahwa seorang mantan manajer Coinbase telah membocorkan informasi untuk membantu saudaranya dan seorang temannya untuk membeli token tepat sebelum token tersebut terdaftar di bursa tersebut.

Meskipun SEC tidak mengajukan tuntutan apapun terhadap bursa kripto tersebut, mereka telah mengklaim telah mengidentifikasi sembilan token yang memiliki karakteristik sekuritas dengan Howey Test. Dan saat ini, tujuh dari sembilan aset kripto tersebut masih tersedia di Coinbase. Di sisi lain, ketua SEC, Gary Gensler, menyarankan agar Coinbase melakukan registrasi ke agensi tersebut sebagai bursa efek karena beberapa aset digital yang telah mereka listing itu. 

Namun, Coinbase dengan keras membantah tuduhan sekuritas ini dan memberikan pembelaan atas tindakannya. Chief Legal Officer (CLO) bursa tersebut, yaitu Paul Grewal menegaskannya kembali di Twitter dengan mengatakan bahwa mereka yakin bahwa proses seleksi yang ketat pada aset-aset yang sudah ditinjau SEC akan menjauhkan segala macam sekuritas dari platform mereka. Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa Coinbase berharap dapat bekerjasama dengan SEC untuk menyelesaikan masalah ini.

Baca Juga : Bursa Kripto KuCoin Berhasil Mendapatkan Investasi $10 Juta dari SIG

Selain itu, pada pekan lalu, Grewal juga telah menerbitkan artikel yang ma inti pembahasannya adalah Coinbase tidak melakukan listing sekuritas di platform-nya. Sebelum itu, bursa tersebut juga telah mengirim petisi ke SEC yang meminta regulator tersebut untuk merumuskan regulasi yang baru untuk sekuritas kripto.

Terlepas dari hal tersebut, SEC sendiri sebelumnya pernah mengatakan bahwa bitcoin dan ethereum tidak memenuhi syarat sebagai sekuritas. Namun, SEC AS itu mengklaim bahwa aset kripto XRP Ripple adalah sekuritas ketika mereka mengajukan gugatan bernilai miliaran dolar pada Desember 2020 lalu.

Sumber : zycrypto.com 

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here