TRON dan Fitur TVM, Virtual Machine yang Kompatibel dengan EVM

DApps (Decentralized Applications) adalah aplikasi terdesentralisasi yang berjalan di jaringan blockchain. Seperti aplikasi pada umumnya, dApps juga sangat bervariasi. Seperti aplikasi game, pembayaran, koleksi, jejaring sosial, atau bahkan pertukaran mata uang. DApps bisa diakses melalui perangkat seluler atau dsektop browser.

DApps terus dikembangkan oleh developer dApps di seluruh dunia. Para developer menggunakan segelintir blockchain ternama yang dinilai cocok untuk menjadi jaringan tempat berjalannya aplikasi yang akan mereka kembangkan. Selain Ethereum, ada banyak blockchain yang kerap menjadi pilihan para developer dApps untuk mengembangkan aplikasi mereka. Salah satunya adalah blockchain Tron yang resmi diluncurkan 3 tahun silam.

Tron merupakan platform blockchain terdesentralisasi dan open source dengan token TRX. Untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana fitur-fitur yang ditawarkan Tron untuk pengembangan dApps, mari simak artikel berikut.

Baca juga Dijuluki sebagai Ethereum Killer, Berikut Fitur-Fitur EOS untuk Pengembangan DApps

1. Apa Itu Tron?

- Advertisement -

Tron adalah platform blockchain terdesentralisasi dengan visi untuk menjadi blockchain pengembangan konten hiburan. Tron menyediakan berbagai fitur untuk mewujudkan visinya ini, salah satunya adalah pengembangan dApps di atas jaringan Tron.

Blockchain Tron sering dibanding-bandingkan dengan blockchain ternama lainnya, yaitu Ethereum. Perbandingan ini disebabkan karena Tron telah menjadi blockchain pilihan banyak developer dApps, karena skalabilitas yang lebih tinggi dari Ethereum. Jika Ethereum hanya mampu memproses 25 transaksi per detik, maka Tron bisa memproses hingga 2.000 transaksi per detik.

Tron didirikan pada bulan Maret 2014 oleh CEO Tron saat ini, Justin Sun. Awalnya Tron adalah bagian ERC-20 berbasis token Ethereum, yang kemudian mengalihkan protokolnya ke blockchain Tron sendiri pada tahun 2018. Dengan menggunakan blockchainnya sendiri, Tron resmi dirilis pada tanggal 25 Juli 2018.

2. Cara Kerja Blockchain Tron

Illust : Cara Kerja Blockchain Tron
Sumber Asset : Infographic vector created by freepik – www.freepik.com

Blockchain Tron bekerja dengan 3 lapisan utama yang menjalankan berbagai jenis perintah yang berbeda.

1. Application Layer

Lapisan ini ditujukan untuk membangun dApps dan crypto wallet di ekosistem Tron.

2. Core Layer

Core Layer adalah lapisan kedua di mana smart contract, API, konsensus, perangkat lunak, dan berbagai komponen lainnya berada. Tron menggunakan mekanisme konsensus Delegated Proof-of-Stake (DPoS) di mana hanya server yang dipilih yang dapat memvalidasi blok untuk ditambahkan ke blockchain dan mendapatkan TRX sebagai imbalan.

3. Storage Layer

Storage Layer adalah lapisan penyimpanan terdistribusi dari blockchain Tron yang terdiri dari penyimpanan block, penyimpanan status, dan juga Google Remote Procedure Call (gRPC).

3 lapisan ini selanjutnya bekerja dengan menggunakan protokol konsensus DPoS dan berbagai ekstensi seperti C++, Java, Scala, Python, dll.

3. Fitur DApps Blockchain Tron

Sebagai salah satu platform blockchain pengembangan dApps terpopuler, Tron menawarkan beberapa fitur menarik yang akan sangat menguntungkan para pengembang. Fitur-fitur Tron dApps ini sangat membantu dApps yang dibangun di jaringan Tron berjalan dengan lancar bahkan melebihi Ethereum.

1. Performa dan Skalabilitas Tinggi

Blockchain Tron sangat cocok untuk pengembangan dApps karena performanya yang sangat tinggi. Tron menawarkan throughput yang menangani 2.000 transaksi per detik yang jauh lebih unggul dari Ethereum dan Bitcoin. Tron juga memiliki skalabilitas ekstrim yang dapat menangani lalu lintas yang meningkat pada sistem dan terus-menerus mengalami perubahan untuk meningkatkan kapasitas dari waktu ke waktu.

2. Kapasitas Penyimpanan

Blockchain Tron menyediakan sistem penyimpanan terdistribusi yaitu LevelD dan KhaosDB yang berkinerja tinggi.

3. Kompatibilitas dengan EVM

Karena kompatibilitasnya dengan Ethereum, smart contract yang dieksekusi pada EVM juga dapat dieksekusi di TVM.

4. Ekstensi Multi-Bahasa

Blockchain Tron memiliki ekstensi multi-bahasa dengan mendukung kode-kode yang ditulis dengan Python, Objective-C, C++, dan Java.

5. Mekanisme Konsensus DPoS

Tron menggunakan mekanisme konsensus Delegated Proof-of-Stake (PoS) untuk menghilangkan rantai palsu. Dengan mekanisme konsensus ini, hanya pengguna yang ditunjuk yang bisa mengkonfirmasi blockchain utama, sehingga menghilangkan kemungkinan rantai palsu.

4. Smart Contract dan TVM

Illust : Smart Contract dan TVM
Sumber Asset : Man vector created by macrovector – www.freepik.com

Seperti Ethereum dan sebagian besar blockchain lainnya, Tron juga beroperasi menggunakan smart contract, protokol transaksi terkomputerisasi yang secara otomatis menjalankan perintah-perintah sesuai dengan persyaratan berlaku. Smart contract serupa dengan kontrak biasa, keduanya sama-sama  mendefinisikan syarat dan aturan yang terkait dengan pengguna. Setelah smart contract dimulai, kontrak dapat berjalan sesuai rancangannya.

Smart contract Tron mendukung bahasa Solidity di Ethereum. Pengembang yang ingin membangun dApps di jaringan Tron dapat menulis smart contract dan menyebarkannya di jaringan Tron. Ketika smart contract dimulai, maka fungsi dijalankan secara otomatis.

Dengan menggunakan bahasa Solidity Ethereum, Tron memiliki fitur layaknya EVM (Ethereum Virtual Machine) yaitu TVM (Tron Virtual Machine). Pada dasarnya TVM kompatibel dengan EVM, namun ada beberapa perbedaan mendetail. Contohnya seperti TVM menggunakan energi, sedangkan EVM menggunakan gas. Saat ini harga energi TVM yaitu 280 sun. Gas price, difficulty, dan gas limit berjumlah nol dan saat ini TVM tidak mendukung biaya dasar.

5. Kelebihan Tron

Saat ini ada sekitar lebih dari 1.400 dApps yang telah diciptakan dan berjalan di jaringan Tron dengan volume transaksi harian melebihi $12 juta. Para pengembang dApps memilih Tron sebagai jaringan pilihan mereka karena beberapa kelebihan Tron berikut ini.

    • Tron memiliki skalabilitas yang sangat tinggi dengan kemampuan memproses 2.000 transaksi per detik yang mengungguli kompetitornya. Keunggulan ini menjadikan Tron sangat cocok dijadikan pilihan pengembangan dApps.
    • Tron bertujuan mengembangkan pasar yang terlibat dengan konten hiburan yang meunjukkan prospek tinggi untuk masa depan.
    • Tron memungkinkan pembangunan berbagai jenis dApps, mulai dari jejaring sosial, hosting video, streaming, exchange, game, DeFi, kasino online, dll.
    • Ide utama Tron yaitu menjadi platform hiburan terdesentralisasi yang memungkinkan para pengembang dan pengguna untuk membuat dan memonetisasi konten tanpa perantara.
    • Tron dibuat dan dikembangkan oleh tim developer yang kuat. Tim developer yang kuat dan solid akan menghasilkan fitur-fitur yang lebih baik lagi ke depannya untuk developer maupun pengguna dApps.
    • Pengembangan Tron melibatkan spesialis Ripple Labs

6. Kekurangan Tron

Dibalik berbagai kelebihannya, Tron juga memiliki beberapa kekurangan yang harus diketahui para developer dApps sebagai bahan pertimbangan. Berikut adalah beberapa kekurangan blockchain Tron.

    • Tron masih dianggap sebagai platform semi-desentralisasi karena hanya 50% dari semua token TRX yang disimpan di berbagai address.
    • Tron masih di tahap awal pengembangan dan membutuhkan waktu panjang untuk menyelesaikan roadmap. Hingga saat ini hanya bagian pertama roadmap Tron yang telah diimplementasikan.

7. DApps Tron Terpopuler

Lebih dari 1.400 dApps yang berjalan di jaringan Tron, dan 4 dApps berikut ini adalah yang terpopuler.

1. SUNSwap

DApps terpopuler pertama adalah SUNSwap, yaitu hasil upgrade JustSwap setelah diakuisisi oleh SUN.io. Platform ini menggabungkan swap stablecoin, penambangan token, dan tata kelola mandiri. SUNSwap adalah decentralized exchange terbesar di seluruh ekosistem Tron.

SUNSwap memungkinkan pertukaran dua token TRC20 dengan mudah berdasarkan harga sistem. Semua biaya perdagangan yang dikumpulkan akan langsung masuk ke penyedia likuiditas protokol, bukan protokol itu sendiri.

2. LUMINOUS

LUMINOUS adalah dApps gambling yang menjamin keamanan para penggunanya. Aplikasi ini merupakan aplikasi gambling melalui beragam permainan seperti MegaBit dan Lucky Dice.

MegaBit adalah permainan gambling dengan memprediksi harga Bitcoin dan mendapatkan hingga ratusan USD. Sedangkan Lucky Dice adalah permainan dadu untuk memenangkan bonus dalam jumlah besar. LUMINOUS telah digunakan oleh lebih dari 2,48 ribu orang.

3. Kraftly

DApps Tron terpopuler selanjutnya adalah Kraftly, yaitu pasar terdesentralisasi untuk NFT, barang digital langka, dan barang koleksi. Pengguna Kraftly bisa melakukan aktivitas penambangan, mengumpulkan, dan memperdagangkan berbagai jenis koleksi digital.

Koleksi-koleksi populer di Kraftly antara lain yaitu Nfhunteritis, Steve Baker, MagicNFT, Tronnentwork Store, COVID Collection, dan Soundwavez.

4. Devikins

Devikins merupakan dApp games yang paling populer di ekosistem Tron. Devikins merupakan games dengan karakter utama. Setiap karakter yang dapat dimainkan di Devikins adalah NFT, yang berarti setiap pemain adalah pemilik tunggal dari karakter yang dapat dimainkan sepenuhnya unik baik di ekosistem Devikins maupun di dunia nyata.

Devicoin (DVK) adalah token utilitas yang digunakan sebagai mata uang utama Devikins, meskipun token ini bukan mata uang game biasa yang tidak bernilai. DVK dapat ditukarkan dengan mata uang kripto lainnya yang selanjutnya dapat dicairkan menjadi mata uang fiat.

DApps (Decentralized Applications) adalah aplikasi terdesentralisasi yang berjalan di jaringan blockchain. Seperti aplikasi pada umumnya, dApps juga sangat bervariasi. Seperti aplikasi game, pembayaran, koleksi, jejaring sosial, atau bahkan pertukaran mata uang. DApps bisa diakses melalui perangkat seluler atau dsektop browser.

DApps terus dikembangkan oleh developer dApps di seluruh dunia. Para developer menggunakan segelintir blockchain ternama yang dinilai cocok untuk menjadi jaringan tempat berjalannya aplikasi yang akan mereka kembangkan. Selain Ethereum, ada banyak blockchain yang kerap menjadi pilihan para developer dApps untuk mengembangkan aplikasi mereka. Salah satunya adalah blockchain Tron yang resmi diluncurkan 3 tahun silam.

Tron merupakan platform blockchain terdesentralisasi dan open source dengan token TRX. Untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana fitur-fitur yang ditawarkan Tron untuk pengembangan dApps, mari simak artikel berikut.

Baca juga Dijuluki sebagai Ethereum Killer, Berikut Fitur-Fitur EOS untuk Pengembangan DApps

1. Apa Itu Tron?

Tron adalah platform blockchain terdesentralisasi dengan visi untuk menjadi blockchain pengembangan konten hiburan. Tron menyediakan berbagai fitur untuk mewujudkan visinya ini, salah satunya adalah pengembangan dApps di atas jaringan Tron.

Blockchain Tron sering dibanding-bandingkan dengan blockchain ternama lainnya, yaitu Ethereum. Perbandingan ini disebabkan karena Tron telah menjadi blockchain pilihan banyak developer dApps, karena skalabilitas yang lebih tinggi dari Ethereum. Jika Ethereum hanya mampu memproses 25 transaksi per detik, maka Tron bisa memproses hingga 2.000 transaksi per detik.

Tron didirikan pada bulan Maret 2014 oleh CEO Tron saat ini, Justin Sun. Awalnya Tron adalah bagian ERC-20 berbasis token Ethereum, yang kemudian mengalihkan protokolnya ke blockchain Tron sendiri pada tahun 2018. Dengan menggunakan blockchainnya sendiri, Tron resmi dirilis pada tanggal 25 Juli 2018.

2. Cara Kerja Blockchain Tron

Illust : Cara Kerja Blockchain Tron
Sumber Asset : Infographic vector created by freepik – www.freepik.com

Blockchain Tron bekerja dengan 3 lapisan utama yang menjalankan berbagai jenis perintah yang berbeda.

1. Application Layer

Lapisan ini ditujukan untuk membangun dApps dan crypto wallet di ekosistem Tron.

2. Core Layer

Core Layer adalah lapisan kedua di mana smart contract, API, konsensus, perangkat lunak, dan berbagai komponen lainnya berada. Tron menggunakan mekanisme konsensus Delegated Proof-of-Stake (DPoS) di mana hanya server yang dipilih yang dapat memvalidasi blok untuk ditambahkan ke blockchain dan mendapatkan TRX sebagai imbalan.

3. Storage Layer

Storage Layer adalah lapisan penyimpanan terdistribusi dari blockchain Tron yang terdiri dari penyimpanan block, penyimpanan status, dan juga Google Remote Procedure Call (gRPC).

3 lapisan ini selanjutnya bekerja dengan menggunakan protokol konsensus DPoS dan berbagai ekstensi seperti C++, Java, Scala, Python, dll.

3. Fitur DApps Blockchain Tron

Sebagai salah satu platform blockchain pengembangan dApps terpopuler, Tron menawarkan beberapa fitur menarik yang akan sangat menguntungkan para pengembang. Fitur-fitur Tron dApps ini sangat membantu dApps yang dibangun di jaringan Tron berjalan dengan lancar bahkan melebihi Ethereum.

1. Performa dan Skalabilitas Tinggi

Blockchain Tron sangat cocok untuk pengembangan dApps karena performanya yang sangat tinggi. Tron menawarkan throughput yang menangani 2.000 transaksi per detik yang jauh lebih unggul dari Ethereum dan Bitcoin. Tron juga memiliki skalabilitas ekstrim yang dapat menangani lalu lintas yang meningkat pada sistem dan terus-menerus mengalami perubahan untuk meningkatkan kapasitas dari waktu ke waktu.

2. Kapasitas Penyimpanan

Blockchain Tron menyediakan sistem penyimpanan terdistribusi yaitu LevelD dan KhaosDB yang berkinerja tinggi.

3. Kompatibilitas dengan EVM

Karena kompatibilitasnya dengan Ethereum, smart contract yang dieksekusi pada EVM juga dapat dieksekusi di TVM.

4. Ekstensi Multi-Bahasa

Blockchain Tron memiliki ekstensi multi-bahasa dengan mendukung kode-kode yang ditulis dengan Python, Objective-C, C++, dan Java.

5. Mekanisme Konsensus DPoS

Tron menggunakan mekanisme konsensus Delegated Proof-of-Stake (PoS) untuk menghilangkan rantai palsu. Dengan mekanisme konsensus ini, hanya pengguna yang ditunjuk yang bisa mengkonfirmasi blockchain utama, sehingga menghilangkan kemungkinan rantai palsu.

4. Smart Contract dan TVM

Illust : Smart Contract dan TVM
Sumber Asset : Man vector created by macrovector – www.freepik.com

Seperti Ethereum dan sebagian besar blockchain lainnya, Tron juga beroperasi menggunakan smart contract, protokol transaksi terkomputerisasi yang secara otomatis menjalankan perintah-perintah sesuai dengan persyaratan berlaku. Smart contract serupa dengan kontrak biasa, keduanya sama-sama  mendefinisikan syarat dan aturan yang terkait dengan pengguna. Setelah smart contract dimulai, kontrak dapat berjalan sesuai rancangannya.

Smart contract Tron mendukung bahasa Solidity di Ethereum. Pengembang yang ingin membangun dApps di jaringan Tron dapat menulis smart contract dan menyebarkannya di jaringan Tron. Ketika smart contract dimulai, maka fungsi dijalankan secara otomatis.

Dengan menggunakan bahasa Solidity Ethereum, Tron memiliki fitur layaknya EVM (Ethereum Virtual Machine) yaitu TVM (Tron Virtual Machine). Pada dasarnya TVM kompatibel dengan EVM, namun ada beberapa perbedaan mendetail. Contohnya seperti TVM menggunakan energi, sedangkan EVM menggunakan gas. Saat ini harga energi TVM yaitu 280 sun. Gas price, difficulty, dan gas limit berjumlah nol dan saat ini TVM tidak mendukung biaya dasar.

5. Kelebihan Tron

Saat ini ada sekitar lebih dari 1.400 dApps yang telah diciptakan dan berjalan di jaringan Tron dengan volume transaksi harian melebihi $12 juta. Para pengembang dApps memilih Tron sebagai jaringan pilihan mereka karena beberapa kelebihan Tron berikut ini.

    • Tron memiliki skalabilitas yang sangat tinggi dengan kemampuan memproses 2.000 transaksi per detik yang mengungguli kompetitornya. Keunggulan ini menjadikan Tron sangat cocok dijadikan pilihan pengembangan dApps.
    • Tron bertujuan mengembangkan pasar yang terlibat dengan konten hiburan yang meunjukkan prospek tinggi untuk masa depan.
    • Tron memungkinkan pembangunan berbagai jenis dApps, mulai dari jejaring sosial, hosting video, streaming, exchange, game, DeFi, kasino online, dll.
    • Ide utama Tron yaitu menjadi platform hiburan terdesentralisasi yang memungkinkan para pengembang dan pengguna untuk membuat dan memonetisasi konten tanpa perantara.
    • Tron dibuat dan dikembangkan oleh tim developer yang kuat. Tim developer yang kuat dan solid akan menghasilkan fitur-fitur yang lebih baik lagi ke depannya untuk developer maupun pengguna dApps.
    • Pengembangan Tron melibatkan spesialis Ripple Labs

6. Kekurangan Tron

Dibalik berbagai kelebihannya, Tron juga memiliki beberapa kekurangan yang harus diketahui para developer dApps sebagai bahan pertimbangan. Berikut adalah beberapa kekurangan blockchain Tron.

    • Tron masih dianggap sebagai platform semi-desentralisasi karena hanya 50% dari semua token TRX yang disimpan di berbagai address.
    • Tron masih di tahap awal pengembangan dan membutuhkan waktu panjang untuk menyelesaikan roadmap. Hingga saat ini hanya bagian pertama roadmap Tron yang telah diimplementasikan.

7. DApps Tron Terpopuler

Lebih dari 1.400 dApps yang berjalan di jaringan Tron, dan 4 dApps berikut ini adalah yang terpopuler.

1. SUNSwap

DApps terpopuler pertama adalah SUNSwap, yaitu hasil upgrade JustSwap setelah diakuisisi oleh SUN.io. Platform ini menggabungkan swap stablecoin, penambangan token, dan tata kelola mandiri. SUNSwap adalah decentralized exchange terbesar di seluruh ekosistem Tron.

SUNSwap memungkinkan pertukaran dua token TRC20 dengan mudah berdasarkan harga sistem. Semua biaya perdagangan yang dikumpulkan akan langsung masuk ke penyedia likuiditas protokol, bukan protokol itu sendiri.

2. LUMINOUS

LUMINOUS adalah dApps gambling yang menjamin keamanan para penggunanya. Aplikasi ini merupakan aplikasi gambling melalui beragam permainan seperti MegaBit dan Lucky Dice.

MegaBit adalah permainan gambling dengan memprediksi harga Bitcoin dan mendapatkan hingga ratusan USD. Sedangkan Lucky Dice adalah permainan dadu untuk memenangkan bonus dalam jumlah besar. LUMINOUS telah digunakan oleh lebih dari 2,48 ribu orang.

3. Kraftly

DApps Tron terpopuler selanjutnya adalah Kraftly, yaitu pasar terdesentralisasi untuk NFT, barang digital langka, dan barang koleksi. Pengguna Kraftly bisa melakukan aktivitas penambangan, mengumpulkan, dan memperdagangkan berbagai jenis koleksi digital.

Koleksi-koleksi populer di Kraftly antara lain yaitu Nfhunteritis, Steve Baker, MagicNFT, Tronnentwork Store, COVID Collection, dan Soundwavez.

4. Devikins

Devikins merupakan dApp games yang paling populer di ekosistem Tron. Devikins merupakan games dengan karakter utama. Setiap karakter yang dapat dimainkan di Devikins adalah NFT, yang berarti setiap pemain adalah pemilik tunggal dari karakter yang dapat dimainkan sepenuhnya unik baik di ekosistem Devikins maupun di dunia nyata.

Devicoin (DVK) adalah token utilitas yang digunakan sebagai mata uang utama Devikins, meskipun token ini bukan mata uang game biasa yang tidak bernilai. DVK dapat ditukarkan dengan mata uang kripto lainnya yang selanjutnya dapat dicairkan menjadi mata uang fiat.

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here